Bisnis & Startup

Sektor Properti Dorong Penguatan IHSG ke Level 5.986

Sektor Properti Dorong Penguatan IHSG ke Level 5.986

Ringkasan

  • IHSG ditutup menguat 1,19 persen ke level 5.986,50 didorong oleh kinerja impresif sektor properti dan peningkatan cadangan devisa nasional.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mencatatkan kinerja positif pada perdagangan Selasa sore. Indeks ditutup menguat signifikan sebesar 70,43 poin atau 1,19 persen, membawa IHSG parkir di level 5.986,50. Sejalan dengan pergerakan indeks utama, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga mencatatkan kenaikan sebesar 1,79 persen menuju posisi 549,92.

Kepala Riset Phintracer Sekuritas, Ratna Lim, menyatakan bahwa penguatan IHSG terjadi di tengah volume dan nilai transaksi yang masih cenderung terbatas. Meski demikian, sentimen positif dari dalam negeri memberikan dorongan kuat bagi pasar. Sektor properti menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan indeks sektoral IDXProperty sebesar 3,03 persen. Selain itu, kinerja saham-saham pendatang baru hasil Initial Public Offering (IPO) yang mencatatkan Auto Reject Atas (ARA) turut memberikan sentimen positif tambahan bagi investor.

Selain sektor properti, stabilitas ekonomi makro nasional turut berperan penting dalam menjaga optimisme pasar. Data cadangan devisa (cadev) Indonesia periode Juni 2026 tercatat meningkat menjadi 145,6 miliar dolar AS, naik dari posisi Mei 2026 yang berada di angka 144,9 miliar dolar AS. Penguatan cadangan devisa ini memberikan sinyal positif mengenai ketahanan fundamental ekonomi Indonesia di tengah tantangan global.

Sentimen domestik lainnya yang menjadi sorotan pasar adalah kebijakan fiskal, khususnya terkait usulan DPR untuk melakukan penyesuaian anggaran pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun 2027. Pelaku pasar saat ini tengah mencermati bagaimana kebijakan ini akan berdampak pada postur anggaran negara dan efisiensi belanja pemerintah ke depannya.

Dari sisi sektoral, hampir seluruh sektor mencatatkan penguatan. Setelah sektor properti, sektor barang konsumen non-primer dan sektor keuangan masing-masing menyusul dengan kenaikan sebesar 1,59 persen dan 1,42 persen. Sebaliknya, sektor teknologi menjadi satu-satunya yang tertekan dengan pelemahan sebesar 0,54 persen. Saham-saham seperti APLN, LAND, dan NTBK tercatat sebagai penopang utama kenaikan hari ini.

Memandang perdagangan esok hari, para analis memprediksi IHSG berpotensi melanjutkan reli untuk menembus level psikologis di angka 6.000. Namun, investor tetap diingatkan untuk waspada terhadap potensi aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek yang dapat memicu koreksi teknikal. Di sisi lain, pelaku pasar global kini tengah menanti rilis risalah rapat The Fed (FOMC Minutes) untuk mendapatkan kejelasan mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat di masa depan.

Mengapa Ini Penting

Penguatan IHSG yang dipicu sektor properti menunjukkan optimisme investor domestik terhadap pemulihan daya beli dan permintaan properti di Indonesia. Pemantauan terhadap kebijakan fiskal dan data makroekonomi seperti cadangan devisa sangat krusial bagi pelaku bisnis untuk menentukan strategi investasi di tengah ketidakpastian kebijakan moneter global.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
7 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit