Internasional

Kebakaran Besar Melanda Budidaya Ikan Terapung di Lorong Halus Jetty Singapura

Kebakaran Besar Melanda Budidaya Ikan Terapung di Lorong Halus Jetty Singapura

Ringkasan

  • Kebakaran besar melanda tambak ikan terapung di Lorong Halus Jetty, Singapura.
  • Kerugian material dilaporkan cukup besar bagi para pembudidaya.

Kebakaran hebat melanda fasilitas budidaya ikan terapung di kawasan perairan dekat Lorong Halus Jetty, Singapura, pada Rabu (24/6) malam. Operasi pemadaman intensif dilakukan oleh berbagai otoritas terkait selama lebih dari tiga jam untuk menjinakkan kobaran api yang melahap sebagian struktur tambak terapung tersebut.

Singapore Civil Defence Force (SCDF) menyatakan bahwa mereka menerima laporan mengenai insiden ini sekitar pukul 20.10 waktu setempat. Lokasi kejadian diidentifikasi berada di dekat Pulau Ubin dan Pulau Ketam. Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau cedera dalam insiden yang cukup mengkhawatirkan tersebut.

Dalam upaya pemadaman, SCDF dibantu oleh kapal-kapal khusus dari Maritime and Port Authority of Singapore (MPA) serta Airport Emergency Service. Selain itu, masyarakat dan pemilik tambak ikan di sekitar lokasi kejadian turut memberikan bantuan krusial untuk melokalisasi api agar tidak merambat ke area budidaya lainnya.

Asosiasi Petani Ikan Singapura (FFAS) mengonfirmasi bahwa setidaknya dua unit usaha budidaya ikan kakap putih terdampak langsung oleh musibah ini. Presiden FFAS, Daniel Tay, mengungkapkan bahwa para pemilik tambak mengalami kerugian finansial yang sangat substansial akibat hancurnya struktur keramba dan lepasnya ribuan bibit ikan bernilai tinggi.

Menurut keterangan pihak asosiasi, fasilitas budidaya di perairan Singapura umumnya difokuskan untuk memelihara komoditas ekspor bernilai tinggi seperti kakap, kakap merah, dan kerapu. Kerusakan yang terjadi pada keramba membuat sebagian besar infrastruktur tidak lagi layak digunakan, yang secara langsung mengganggu rantai pasokan pangan lokal.

Saat ini, pihak berwenang masih melakukan investigasi mendalam untuk menentukan penyebab pasti kebakaran. Singapore Food Agency (SFA) menyatakan telah berkoordinasi dengan SCDF untuk memantau situasi dan memberikan bantuan yang diperlukan bagi para pelaku usaha yang terdampak agar dapat segera memulihkan operasional mereka.

Mengapa Ini Penting

Insiden ini menyoroti pentingnya standar keselamatan dan mitigasi risiko kebakaran pada fasilitas akuakultur terapung yang semakin marak di kawasan Asia Tenggara. Bagi industri perikanan di Indonesia, peristiwa ini menjadi pengingat perlunya investasi pada teknologi pemantauan jarak jauh dan sistem proteksi kebakaran mandiri di area budidaya lepas pantai untuk melindungi aset bernilai tinggi.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
25 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit