Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan optimisme tinggi terhadap pelaksanaan program Karya Bakti Skala Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) tahun 2026 yang dipusatkan di Pulau Madura. Program ini diyakini menjadi katalis utama dalam mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi lintas sektor yang masif.
Dalam sambutannya saat pembukaan Bakti TNI Angkatan Darat untuk Rakyat 2026 di Alun-alun Bangkalan, Khofifah menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, hingga elemen masyarakat. Menurutnya, format gotong royong ini merupakan kunci untuk menjawab berbagai tantangan infrastruktur dan pelayanan dasar yang selama ini masih menjadi kendala di wilayah Madura.
Pemilihan Pulau Madura sebagai lokasi utama program bukan tanpa alasan. Wilayah ini dinilai memerlukan perhatian khusus dalam sektor pembangunan permukiman, fasilitas pendidikan, serta akses pelayanan kesehatan. Khofifah meyakini bahwa program ini akan menciptakan multiplier effect yang signifikan, tidak hanya pada perbaikan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara jangka panjang.
Cakupan program Karya Bakti Skala Besar 2026 sangat komprehensif, meliputi pembangunan 33 jembatan, 52 sumur bor, 20 rumah ibadah, serta pembangunan 20 sekolah dan empat panti asuhan. Selain itu, terdapat renovasi 400 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dilengkapi dengan fasilitas sanitasi MCK, yang menjadi aspek vital dalam meningkatkan standar kesehatan lingkungan warga.
Di luar pembangunan fisik, TNI AD juga menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Hal ini mencakup operasi katarak, penanganan bibir sumbing, khitan massal, donor darah, serta bantuan mesin irigasi untuk mendukung sektor pertanian. Penanaman 2.000 pohon trembesi dan penyaluran bantuan kursi roda serta kaki palsu juga menjadi bagian integral dari misi kemanusiaan ini untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Sebagai catatan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menjalin kemitraan strategis dengan Kodam V/Brawijaya sejak tahun 2009 dalam program renovasi RTLH. Hingga tahun 2025, tercatat lebih dari 154 ribu unit RTLH telah diperbaiki dengan total anggaran mencapai Rp1,24 triliun. Pada tahun 2026, Pemprov Jatim kembali mengalokasikan dana sebesar Rp42,5 miliar untuk renovasi 1.700 unit RTLH, dengan 377 unit di antaranya difokuskan di empat kabupaten di Pulau Madura.