Tim survei dari Pengurus Besar Nahdlatul Umama (PBNU) telah menyelesaikan proses peninjauan sarana dan prasarana di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memverifikasi kesiapan pesantren tersebut sebagai kandidat tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026 mendatang.
Anggota tim survei PBNU, K.H. Muhibul Aman Aly, menyatakan bahwa secara umum, Lirboyo memiliki kesiapan yang sangat baik. Pihaknya menilai seluruh fasilitas pendukung yang dibutuhkan untuk kelancaran forum permusyawaratan tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut telah terpenuhi dengan sempurna.
Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo, Kiai Abdul Mu'id Shohib, menjelaskan bahwa pihaknya telah memaparkan kesiapan infrastruktur secara komprehensif. Dukungan akses transportasi menjadi salah satu poin utama, mengingat kedekatan lokasi dengan Bandara Dhoho Kediri, Bandara Juanda Surabaya, serta akses stasiun dan terminal yang memadai bagi para peserta muktamar.
Selain aksesibilitas, Lirboyo juga menjamin ketersediaan fasilitas penunjang lainnya seperti area parkir yang luas, ruang sidang representatif, sistem keamanan berbasis CCTV yang terintegrasi, hingga layanan kesehatan. Dukungan medis ini diperkuat dengan keberadaan Rumah Sakit Umum Lirboyo dan akses ke berbagai rumah sakit rujukan di sekitar wilayah Kediri.
Di sisi lain, dinamika pemilihan lokasi masih terus berlangsung. Ketua PWNU Jawa Timur, K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, menyatakan dukungannya agar Muktamar ke-35 NU diselenggarakan di DKI Jakarta. Menurutnya, ibu kota memiliki keunggulan dari sisi infrastruktur pendukung dan kemudahan aksesibilitas transportasi bagi peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Proses peninjauan oleh tim PBNU yang beranggotakan K.H. Abdul Ghafur Maimoen, K.H. Muhibul Aman Aly, Imron Rosyadi Hamid, Nasrullah, dan Taufiq ini merupakan langkah krusial sebelum keputusan final diambil. Ketua Umum PBNU, K.H. Yahya Cholil Staquf, telah menetapkan jadwal Muktamar pada 1-5 Agustus 2026, namun keputusan mengenai lokasi resmi penyelenggaraan hingga kini masih menunggu evaluasi lebih lanjut dari jajaran pengurus pusat.