Berita

KLH Kerahkan Drone Thermal untuk Deteksi Titik Api di TPA Jatiwaringin

KLH Kerahkan Drone Thermal untuk Deteksi Titik Api di TPA Jatiwaringin

Ringkasan

  • Kementerian Lingkungan Hidup mengerahkan drone thermal untuk mendeteksi titik api tersembunyi di TPA Jatiwaringin guna mempercepat proses pemadaman.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) mengambil langkah strategis dengan mengerahkan teknologi drone thermal untuk mendeteksi titik api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Langkah ini diambil menyusul kebakaran yang telah melanda lokasi tersebut sejak Selasa (30/6).

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, menyatakan bahwa penggunaan drone thermal menjadi solusi krusial untuk mempermudah petugas lapangan dalam memetakan area yang masih terbakar. Teknologi ini diharapkan mampu menembus hambatan visual yang selama ini menyulitkan tim pemadam di lapangan.

Dalam kunjungannya ke lokasi kebakaran pada Sabtu siang, Wamen Diaz menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan tim Penegak Hukum (Gakkum) untuk segera berkoordinasi dengan pihak otoritas bandara dan TNI AU. Koordinasi ini diperlukan untuk memastikan pemantauan udara melalui drone dapat dilakukan secara berkala tanpa mengganggu alur penerbangan.

Tantangan utama dalam pemadaman TPA Jatiwaringin adalah karakteristik api yang menyerupai kebakaran lahan gambut. Meski terlihat padam di permukaan, api masih aktif membara di bawah tumpukan sampah yang dalam akibat keberadaan gas metan. Kondisi ini menyimpan risiko ledakan gas CH-4 yang berbahaya bagi keselamatan petugas.

Proses pemadaman saat ini dilakukan secara terpadu melalui jalur udara dan darat. Dua helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus dikerahkan untuk menyiram titik api yang sulit dijangkau. Berdasarkan data terbaru, sekitar 40 persen dari total 15 hektare lahan yang terbakar telah berhasil dikendalikan.

Pemerintah terus berupaya mengoptimalkan teknologi agar pemadaman dapat berlangsung lebih efektif. Mengingat lokasi TPA yang berdekatan dengan jalur penerbangan, penggunaan drone thermal dilakukan dengan pengaturan waktu yang ketat untuk memastikan aspek keselamatan udara tetap terjaga sembari terus menekan laju kebakaran.

Mengapa Ini Penting

Penerapan teknologi drone thermal dalam manajemen bencana kebakaran TPA menunjukkan integrasi teknologi modern dalam penanganan krisis lingkungan di Indonesia. Hal ini menjadi preseden penting bagi pemerintah daerah untuk menggunakan alat deteksi dini dalam memitigasi risiko kebakaran di area pembuangan sampah yang rawan ledakan gas metan.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
4 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit