Upaya penanggulangan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, masih terus berlangsung hingga hari ketujuh, Senin (6/7). Petugas gabungan di lapangan menghadapi tantangan berat akibat kombinasi cuaca ekstrem dan kondisi geografis tumpukan sampah yang tidak stabil.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, menjelaskan bahwa embusan angin kencang di lokasi menjadi faktor utama yang memicu bara api kembali menyala. Selain itu, kandungan gas metana yang terperangkap di bawah timbunan sampah memperparah situasi dengan memicu munculnya titik api baru serta kepulan asap tebal di sisi barat area TPA.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, menambahkan bahwa medan di lokasi kebakaran sangat berbahaya bagi personel. Struktur tumpukan sampah yang menggunung dan tidak stabil berisiko membuat petugas terperosok ke dalam lubang tersembunyi yang terbentuk akibat proses pembakaran di bawah permukaan.
Meski cakupan api yang terlihat secara visual telah menyusut hingga tersisa sekitar 3,6 persen dari total 18 hektare lahan yang terdampak, proses pendinginan tetap menjadi prioritas utama. Pemantauan melalui drone menunjukkan bahwa suhu di bawah permukaan timbunan sampah masih sangat tinggi, sehingga potensi munculnya kembali api tetap menjadi ancaman nyata.
Strategi pemadaman saat ini dilakukan secara komprehensif baik melalui jalur darat maupun udara. Tim gabungan yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran dan personel Manggala Agni menggunakan metode injeksi air yang dicampur dengan cairan racun api. Metode ini bertujuan untuk mengikat oksigen di dalam tumpukan sampah guna memutus rantai pembakaran di titik-titik yang sulit dijangkau.
Sementara itu, dukungan dari udara terus dioptimalkan dengan pengerahan tiga unit helikopter water bombing. Operasi penyiraman intensif dilakukan sejak siang hingga sore hari untuk mendinginkan area secara merata. Hingga Senin malam, petugas masih terus berjibaku di lapangan demi memastikan seluruh titik api benar-benar padam dan mencegah dampak lingkungan yang lebih luas bagi warga sekitar.