Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, melaporkan bahwa progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang terletak di Desa Cemaga Utara kini telah mencapai tahap akhir, yakni 96 persen. Proyek strategis ini diharapkan menjadi motor penggerak utama ekonomi masyarakat pesisir di wilayah perbatasan Indonesia.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan, melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek didampingi oleh Bupati Brebes serta jajaran Dinas Perikanan Kabupaten Natuna. Dalam kesempatan tersebut, ia memastikan bahwa seluruh pengerjaan fisik berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Konsep pengembangan KNMP di Desa Cemaga Utara dirancang sebagai hub aktivitas perikanan (HAP) yang terintegrasi. Kawasan ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti pabrik es, gudang penyimpanan dingin (cold storage), area kuliner, bengkel perbaikan kapal, serta kantor pengelola untuk memastikan operasional kawasan berjalan efisien.
Menurut pihak pengelola, proyek ini diperkirakan rampung sepenuhnya pada akhir Juli mendatang. Saat ini, para pekerja hanya sedang menyelesaikan tahap akhir atau finishing pada beberapa bagian bangunan agar fasilitas tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh para nelayan setempat untuk meningkatkan produktivitas tangkapan mereka.
Selain menyelesaikan infrastruktur fisik, Bupati Cen Sui Lan juga menyoroti kendala utama yang dihadapi nelayan Natuna, yakni minimnya kapasitas armada penangkapan ikan. Sebagian besar kapal nelayan saat ini masih berukuran rata-rata dua gross ton (GT), yang dinilai kurang memadai untuk menjangkau potensi perikanan di wilayah laut Natuna yang luas dan kaya akan sumber daya.
Menanggapi keterbatasan anggaran daerah, Pemkab Natuna berencana mengajukan usulan bantuan armada kapal berkapasitas lebih besar kepada pemerintah pusat. Langkah ini diambil agar nelayan lokal memiliki daya saing yang lebih kuat dan mampu mengoptimalkan hasil tangkapan secara lebih efisien di masa depan.