Pengadilan di Hong Kong secara resmi telah memberikan hak perwalian atas seorang bayi yang lahir di rumah, yang dikenal dengan nama Danny, kepada otoritas kesejahteraan sosial. Keputusan ini berlaku untuk jangka waktu tiga tahun setelah kedua orang tuanya sebelumnya ditangkap atas dugaan penelantaran anak.
Ayah dari bayi tersebut, Tsang Wai-bong, mengonfirmasi pada hari Jumat bahwa putranya yang kini berusia dua bulan akan berada di bawah pengawasan Departemen Kesejahteraan Sosial. Keputusan ini diambil setelah Pengadilan Anak mengabulkan permohonan perintah perlindungan yang diajukan oleh pihak otoritas dalam sebuah sidang tertutup.
Kasus ini bermula ketika Tsang dan pasangannya, Kwan Pui-sin, diketahui tidak mendaftarkan kelahiran Danny secara resmi. Pasangan yang belum menikah ini baru bersedia bekerja sama dengan pemerintah untuk melakukan tes DNA guna membuktikan status orang tua mereka setelah ditangkap oleh kepolisian awal bulan ini atas tuduhan penelantaran anak.
Dalam keterangannya, pasangan tersebut mengungkapkan bahwa otoritas kesejahteraan sosial telah mengklasifikasikan bayi Danny sebagai anak dengan kategori risiko tinggi. Akibat status tersebut, pihak otoritas hanya mengizinkan kedua orang tuanya untuk menjenguk bayi tersebut sebanyak satu kali dalam setiap minggunya.
Menanggapi putusan pengadilan tersebut, Tsang menyatakan bahwa mereka tidak akan melakukan banding. Namun, ia menyampaikan harapan agar dapat kembali mengasuh anaknya dalam satu atau dua tahun ke depan, setelah mereka berhasil melewati serangkaian penilaian dan evaluasi yang ditetapkan oleh pihak otoritas setempat.
Lebih lanjut, Tsang melontarkan kritik terhadap pengadilan dan departemen kesejahteraan sosial. Ia merasa bahwa fokus utama otoritas saat ini hanya tertuju pada kepastian medis terkait perawatan bayi Danny, tanpa mempertimbangkan pandangan orang tua yang menginginkan pengurangan tindakan medis invasif jika memungkinkan.