Sektor ritel di Hong Kong kembali mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 7,9 persen secara tahunan pada bulan Mei. Pencapaian ini sekaligus memperpanjang tren pertumbuhan ritel yang telah berlangsung selama 13 bulan berturut-turut, sebuah sinyal kuat bagi pemulihan ekonomi di pusat keuangan Asia tersebut.
Data sementara yang dirilis oleh Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong pada hari Kamis menunjukkan bahwa nilai total penjualan ritel untuk bulan tersebut mencapai HK$33,8 miliar atau setara dengan US$4,3 miliar. Angka ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar HK$31,3 miliar.
Lonjakan performa ini didorong oleh peningkatan arus wisatawan, terutama selama periode libur panjang 'golden week' Hari Buruh di China daratan. Selama lima hari libur antara 1 hingga 5 Mei, Hong Kong mencatat kedatangan lebih dari 1,01 juta pengunjung dari China daratan, yang mencerminkan kenaikan 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui estimasi pemerintah.
Secara kumulatif, performa ritel selama lima bulan pertama tahun ini menunjukkan tren yang sangat menjanjikan dengan kenaikan sebesar 10,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan stabilitas pasar domestik di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.
Juru bicara pemerintah Hong Kong mengungkapkan optimisme bahwa ekspansi ekonomi yang berkelanjutan, didukung oleh pertumbuhan pendapatan tenaga kerja lokal dan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara, akan terus memberikan dampak positif bagi pelaku bisnis ritel. Sektor ini diprediksi tetap menjadi pilar utama dalam menopang aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Meskipun mencatatkan hasil positif, pemerintah Hong Kong menyatakan akan tetap waspada dalam memantau implikasi dari ketidakpastian eksternal yang dapat mempengaruhi pasar konsumsi lokal. Pemerintah berjanji akan terus mengamati perkembangan situasi global untuk memastikan bahwa momentum pertumbuhan ini tetap terjaga di tengah berbagai tantangan makroekonomi.