Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang melibatkan pengiriman barang bukti ke luar daerah. Pengungkapan ini bermula dari laporan kehilangan yang diajukan oleh seorang warga bernama Haerudin pada 18 Juni 2026 di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Dalam keterangannya, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi Sukarno, menjelaskan bahwa korban kehilangan sepeda motor yang sehari-hari digunakan untuk bekerja. Tim Subdit Ranmor segera melakukan penyelidikan intensif di lapangan setelah menerima laporan resmi dari korban guna melacak keberadaan kendaraan tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan, pihak kepolisian memperoleh informasi krusial mengenai adanya aktivitas mencurigakan terkait rencana pengiriman sepeda motor ke luar pulau, yakni Jambi, melalui jasa ekspedisi kargo. Petugas segera merespons informasi tersebut dengan mendatangi lokasi kargo untuk melakukan pengecekan fisik dan verifikasi dokumen kendaraan.
Hasil pemeriksaan di lokasi kargo menunjukkan bahwa sepeda motor tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen kepemilikan yang sah. Lebih lanjut, data fisik kendaraan dinyatakan identik dengan sepeda motor milik Haerudin yang dilaporkan hilang. Pihak kepolisian kemudian langsung menyita kendaraan tersebut sebagai barang bukti tindak pidana curanmor.
Saat ini, penyidik Polda Metro Jaya terus melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap jaringan yang lebih luas. Pihak kepolisian telah mengantongi identitas dua orang tersangka yang diduga terlibat dalam aksi pencurian tersebut dan kini telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Selain itu, keterlibatan pihak penyedia jasa kargo dalam proses pengiriman barang hasil kejahatan juga tengah didalami oleh penyidik.
Sebagai penutup dari rangkaian proses penegakan hukum ini, Ditreskrimum Polda Metro Jaya secara resmi mengembalikan sepeda motor tersebut kepada pemiliknya pada Senin (6/7). Haerudin menyampaikan apresiasi yang tinggi atas respons cepat aparat kepolisian yang berhasil menggagalkan pengiriman motornya ke luar pulau, serta menegaskan bahwa seluruh proses pengambilan barang bukti dilakukan tanpa dipungut biaya apa pun.