Nasional

Prabowo Pimpin Peletakan Batu Pertama Blok Masela di Laut Arafura

Ringkasan

  • Presiden Prabowo dijadwalkan pimpin groundbreaking Blok Masela di Laut Arafura, Kamis.
  • Proyek gas raksasa ini masuk PSN Maluku.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin langsung peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek ladang gas alam Blok Masela di perairan Laut Arafura, Maluku, pada Kamis ini. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadlia menyatakan prosesi tersebut akan berlangsung di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, sebagai bagian dari agenda Proyek Strategis Nasional (PSN).

Bahlil mengonfirmasi rencana itu saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu. Ia menyebut Presiden akan meresmikan groundbreaking Blok Masela, meski kepastian kehadiran secara langsung atau virtual baru diputuskan oleh Prabowo sendiri pada hari pelaksanaan. "Nanti diputuskan Bapak Presiden sendiri," ujar Bahlil terkait format kehadiran kepala negara.

Blok Masela merupakan salah satu cekungan migas terbesar di Indonesia dengan potensi gas yang selama bertahun-tahun tertunda pengembangannya. Proyek ini sempat mangkrak akibat berbagai hambatan perizinan dan perubahan skema pengelolaan, termasuk perdebatan antara pengembangan di darat (onshore) dan lepas pantai (offshore). Pemerintah sebelumnya menargetkan konstruksi fisik Masela mulai digarap pada 2027 setelah tahapan pra-konstruksi dan pemberesan izin selesai.

Penetapan Blok Masela sebagai PSN mencerminkan urgensi pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional. Indonesia butuh pasokan gas besar untuk menggantikan sebagian konsumsi bahan bakar fosil yang makin mahal serta memenuhi kebutuhan industri domestik dan ekspor. Percepatan proyek ini juga dipandang sebagai langkah melindungi kedaulatan ekonomi di wilayah timur yang selama ini minim infrastruktur besar.

Persiapan menjelang groundbreaking sudah berjalan sehari sebelumnya. TNI Angkatan Laut melalui Komando Daerah (Kodaeral) IX menggelar patroli di perairan Saumlaki guna mengamankan rangkaian acara. Patroli dipimpin Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas selaku DanKodaeral IX, sekaligus menyiapkan rute pelayaran dan jalur evakuasi darurat.

Pengamanan melibatkan lintas instansi. Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto ikut serta dalam simulasi prosesi di Ruang Serbaguna Yonif 734/SNS. Di tempat terpisah, Kolonel Laut (P) Irwin Kurniady memimpin apel pengamanan VVIP di Mako Lanal Saumlaki. Polri melalui Polda Maluku juga menjamin keamanan selama kunjungan presiden dan tamu penting lainnya.

Dari sisi infrastruktur, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyebut progres fisik pendukung seremoni sudah mencapai 90 persen. Sisa waktu 24 jam digunakan untuk merampungkan pekerjaan minor agar saat pelaksanaan semua siap seratus persen. "Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik," kata Lewerissa dalam keterangan resmi Kodaeral IX.

Bagi masyarakat Indonesia, operasional Blok Masela kelak berdampak langsung pada pasokan energi dan nilai ekonomi daerah. Gas yang dihasilkan tidak hanya menyokong pembangkit listrik dan industri, tetapi juga membuka lapangan kerja serta memicu pertumbuhan di Maluku yang selama ini tertinggal. Kehadiran proyek raksasa ini diharapkan memutar roda ekonomi lokal melalui kontraktor pendukung dan layanan jasa.

Kendati demikian, tantangan sesungguhnya baru dimulai setelah seremoni. Pengalaman masa lalu menunjukkan proyek sekelas Masela rawan tergelincir oleh sengketa regulasi, fluktuasi harga energi, dan kesiapan teknis di laut dalam. Koordinasi antara Kementerian ESDM, kontraktor, dan pemda harus konsisten agar jadwal 2027 tidak molor lagi.

Prabowo dalam kapasitasnya sebagai kepala negara menaruh simbolisasi penting melalui groundbreaking ini. Langkah itu sekaligus sinyal ke investor bahwa Indonesia serius mengelola aset strategis tanpa penundaan berkepanjangan. Kehadiran presiden, baik langsung maupun virtual, mempertegas komitmen politik di balik proyek yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Ke depan, fokus pemerintah akan bergeser pada eksekusi konstruksi dan penyelesaian seluruh izin lingkungan serta komersial. Bahlil sebelumnya menegaskan percepatan Masela demi ketahanan energi, sementara Menteri terkait lainnya berupaya menuntaskan hambatan yang sempat membekukan proyek. Jika on track, ladang gas Laut Arafura bakal menjadi tulang punggung pasokan nasional dalam satu dekade mendatang.

Proyek ini juga membutuhkan pengawasan publik agar manfaatnya merata. Masyarakat Maluku layak mendapat kepastian soal alih teknologi dan porsi tenaga kerja lokal. Tanpa transparansi, momentum groundbreaking risiko hanya jadi seremoni tanpa dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat di timur Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Blok Masela menyimpan cadangan gas yang vital bagi transisi energi Indonesia mengingat impor energi terus membebani neraca perdagangan. Kegagalan mengeksekusi proyek ini tepat waktu akan memperlebar ketergantungan luar negeri dan menunda pemerataan ekonomi di wilayah timur. Masyarakat luas perlu mengawal agar royalti dan tenaga kerja lokal benar-benar terserap, bukan sekadar mengalir ke pusat atau kontraktor asing. Kehadiran presiden memberi bobot politik, namun tanpa tata kelola transparan, dampaknya sulit dirasakan warga akar rumput.

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
15 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit