Bisnis & Startup

Laba Prosus Melonjak 84 Persen, Siap Ekspansi Model Bisnis Amerika Latin ke Eropa

Laba Prosus Melonjak 84 Persen, Siap Ekspansi Model Bisnis Amerika Latin ke Eropa

Ringkasan

  • Prosus melaporkan lonjakan laba 84 persen dan siap membawa model bisnis Amerika Latin ke Eropa melalui strategi akuisisi agresif.

Operator layanan digital asal Belanda, Prosus, mencatatkan lonjakan signifikan dalam laba inti tahunan yang disesuaikan sebesar 84 persen pada Senin lalu. Pertumbuhan impresif ini menjadi landasan strategis bagi perusahaan untuk mereplikasi model bisnis sukses dari Amerika Latin ke pasar Eropa. Langkah ini didorong oleh aksi korporasi yang agresif sepanjang tahun fiskal lalu.

Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, Prosus telah mengalokasikan investasi sekitar 8,5 miliar dolar AS untuk berbagai akuisisi strategis. Salah satu langkah kunci adalah pembelian Just Eat Takeaway.com. Perusahaan berniat menjadikan platform ini sebagai fondasi utama di Eropa, yang akan mengintegrasikan layanan pesan-antar makanan, kebutuhan sehari-hari, dan teknologi finansial (fintech), serupa dengan strategi yang telah terbukti berhasil di pasar Amerika Latin.

Kinerja keuangan perusahaan menunjukkan performa yang sangat kuat. EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) yang disesuaikan naik 84 persen menjadi 1,3 miliar dolar AS, seiring dengan peningkatan pendapatan sebesar 57 persen menjadi 9,7 miliar dolar AS. Prosus juga melaporkan arus kas bebas mencapai rekor 1,5 miliar dolar AS, naik dari 1 miliar dolar AS tahun sebelumnya, serta memutuskan untuk menaikkan dividen tahunan sebesar 40 persen menjadi 0,28 euro per saham.

Selain ekspansi layanan, Prosus tengah mengembangkan model perdagangan skala besar berbasis kecerdasan buatan (AI). Asisten belanja ini dilatih menggunakan data transaksi dari berbagai platform untuk memberikan rekomendasi produk yang dipersonalisasi. CFO Prosus, Nico Marais, menekankan bahwa perusahaan memilih untuk memanfaatkan model open-source dibandingkan bergantung pada model Amerika yang berbasis akses jarak jauh, dengan alasan efisiensi biaya dan hasil yang sebanding.

Memasuki tahun fiskal berikutnya, manajemen Prosus menyatakan akan mengalihkan fokus dari agresivitas akuisisi ke integrasi aset dan peningkatan profitabilitas pada layanan yang sudah ada. Meskipun aktivitas merger dan akuisisi (M&A) akan tetap berjalan, namun intensitasnya akan dikurangi. Just Eat Takeaway.com, yang diakuisisi seharga 4,1 miliar euro, kini berada di bawah manajemen baru yang ditugaskan untuk melakukan perbaikan operasional, pemasaran, dan peningkatan efisiensi.

Catatan kinerja unit bisnis lainnya juga menunjukkan tren positif. Platform pesan-antar makanan iFood di Amerika Latin berhasil mencatatkan pertumbuhan EBITDA yang disesuaikan sebesar 178 persen menjadi 400 juta dolar AS. Sementara itu, marketplace daring OLX di Eropa mencatatkan kenaikan EBITDA yang disesuaikan sebesar 61 persen menjadi 481 juta dolar AS, menunjukkan keberhasilan diversifikasi portofolio perusahaan di berbagai wilayah geografis.

Mengapa Ini Penting

Strategi Prosus dalam mengintegrasikan layanan pesan-antar, bahan makanan, dan fintech menjadi model yang relevan bagi ekosistem startup di Indonesia yang saat ini sedang gencar melakukan konsolidasi. Penggunaan model AI open-source oleh Prosus juga memberikan wawasan bagi perusahaan teknologi lokal mengenai cara menekan biaya operasional dalam adopsi teknologi mutakhir.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
29 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit