PT Pos Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas operasional perusahaan di tengah dinamika kepemimpinan yang terjadi. Hal ini menyusul pengunduran diri Direktur Utama, Daud Joseph, yang resmi mengajukan surat pengunduran diri pada Kamis (2/7). Langkah tersebut diambil oleh yang bersangkutan berdasarkan pertimbangan pribadi di tengah berlangsungnya agenda transformasi korporasi.
Corporate Secretary PT Pos Indonesia, Iwan Gunawan, dalam keterangannya di Bandung menyatakan bahwa manajemen menghormati sepenuhnya keputusan tersebut. Pihak perusahaan juga memberikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan oleh Daud Joseph selama memimpin BUMN logistik tertua di Indonesia tersebut.
Iwan memastikan bahwa meskipun terjadi perubahan di pucuk pimpinan, tidak ada dampak negatif yang signifikan terhadap aspek pelayanan publik maupun kinerja bisnis perusahaan di lapangan. Seluruh jajaran manajemen, baik di tingkat pusat maupun daerah, dipastikan tetap bekerja sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab masing-masing untuk mengawal target tahunan yang telah ditetapkan.
Lebih lanjut, perusahaan berkomitmen untuk menjalankan mekanisme transisi kepemimpinan dengan mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Hal ini dilakukan untuk menjamin keberlanjutan agenda strategis yang saat ini tengah dijalankan, terutama di bawah payung Danantara untuk mematangkan performa keuangan dan ekspansi bisnis.
Publik dan para mitra bisnis diminta untuk tidak khawatir akan adanya penurunan kualitas performa logistik harian. PT Pos Indonesia menjamin bahwa seluruh kegiatan operasional tetap berjalan dengan lancar dan tidak mengganggu proses layanan kepada seluruh stakeholder, baik individu maupun korporasi yang mengandalkan jasa perseroan.
Saat ini, PT Pos Indonesia tetap fokus pada pelaksanaan program transformasi dan agenda strategis perusahaan agar terus berjalan sesuai dengan rencana yang telah dirancang sebelumnya. Stabilitas internal ini menjadi kunci penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap layanan logistik nasional yang diemban oleh perusahaan di seluruh wilayah Indonesia.