Internasional

Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan Tiga Anggota Kepolisian Palestina

Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan Tiga Anggota Kepolisian Palestina

Ringkasan

  • Serangan drone Israel di kamp pengungsi Maghazi, Gaza, menewaskan tiga personel kepolisian Palestina, memicu kecaman atas pelanggaran gencatan senjata.

Sebuah serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan Israel terhadap sebuah kendaraan di kamp pengungsi Maghazi, Gaza Tengah, telah menewaskan tiga warga Palestina dan melukai sejumlah orang lainnya pada hari Jumat. Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Nasional Palestina mengonfirmasi bahwa para korban tewas merupakan personel kepolisian yang sedang bertugas di wilayah tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui aplikasi Telegram, kementerian tersebut mengecam keras tindakan yang disebut sebagai pengeboman berbahaya oleh pasukan pendudukan Israel. Identitas ketiga korban diidentifikasi sebagai Kapten Mansour Sami Shahtout, Kapten Mohammed Khaled Nofal, dan Sersan Satu Mahdi Nader Jabr. Serangan ini memicu kecaman luas atas eskalasi kekerasan yang terus berlanjut di tengah situasi gencatan senjata yang rapuh.

Laporan dari kantor berita Wafa dan Anadolu menjelaskan bahwa serangan tersebut dilakukan menggunakan drone tempur yang menargetkan kendaraan para polisi di dekat pintu masuk kamp pengungsi Maghazi. Setidaknya dua rudal ditembakkan ke arah kendaraan tersebut, yang segera memicu kobaran api besar. Rekaman video amatir dari saksi mata di lokasi kejadian memperlihatkan kendaraan sipil yang terbakar hebat di Jalan Salah al-Din tak lama setelah ledakan terjadi.

Pasukan medis, tim pertahanan sipil, dan petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban dan memadamkan api. Seluruh jenazah korban dilaporkan telah dibawa ke Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir el-Balah untuk proses identifikasi lebih lanjut dan persiapan pemakaman. Situasi di sekitar lokasi sempat mencekam akibat kekhawatiran adanya serangan susulan.

Kementerian Dalam Negeri Palestina menegaskan bahwa target serangan ini adalah personel kepolisian sipil, yang menurut mereka merupakan upaya sistematis untuk menciptakan kekacauan lebih lanjut di Jalur Gaza. Pihak kementerian mendesak komunitas internasional dan negara-negara penjamin kesepakatan gencatan senjata agar segera menekan pihak Israel untuk menghentikan penargetan terhadap aparat keamanan dan infrastruktur publik Palestina.

Meskipun kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat telah berlaku sejak 10 Oktober 2025, pelanggaran terus dilaporkan terjadi hampir setiap hari. Data dari Kementerian Kesehatan Gaza mencatat bahwa sejak berlakunya kesepakatan tersebut, lebih dari 1.000 warga Palestina telah tewas akibat serangan Israel. Secara akumulatif, sejak dimulainya konflik skala besar pada Oktober 2023, jumlah korban jiwa di Gaza telah melampaui angka 73.000 orang.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti kerapuhan kesepakatan diplomatik internasional dalam konflik berkepanjangan yang berdampak pada stabilitas geopolitik global. Bagi pembaca di Indonesia, pemantauan terhadap krisis ini penting karena menyangkut isu kemanusiaan dan posisi politik luar negeri Indonesia yang konsisten mendukung perdamaian di Palestina.

Sumber Asli
Aljazeera
Tanggal
26 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit