Perusahaan rintisan asal India, Skyroot Aerospace, baru-baru ini mengumumkan kesiapan mereka untuk meluncurkan roket Vikram-1. Langkah ini menjadi tonggak sejarah penting karena merupakan upaya pertama oleh perusahaan swasta di India untuk menempatkan satelit ke orbit bumi.
Didirikan oleh mantan insinyur dari Indian Space Research Organisation (ISRO), Skyroot memposisikan dirinya sebagai kompetitor di pasar roket skala kecil, sejajar dengan pemain global seperti Rocket Lab dan Firefly Aerospace. Pengembangan teknologi ini mencerminkan ambisi besar India dalam mendiversifikasi kemampuan ruang angkasa mereka.
Roket Vikram-1 sendiri merupakan kendaraan peluncur multi-tahap dengan tinggi mencapai tujuh lantai. Roket ini dirancang secara khusus untuk mampu membawa muatan hingga 350 kilogram menuju orbit rendah bumi (low Earth orbit), yang menjadi segmen pasar yang semakin berkembang pesat dalam industri satelit komersial.
Perusahaan ini baru saja mencapai valuasi sebesar 1 miliar dolar AS setelah sukses menggalang dana sebesar 60 juta dolar AS dari GIC dan Sherpalo Ventures pada bulan Mei. Dukungan finansial yang kuat ini mempertegas kepercayaan investor terhadap prospek bisnis eksplorasi ruang angkasa swasta di India.
Jendela peluncuran untuk penerbangan perdana ini telah ditetapkan antara tanggal 12 Juli hingga 4 Agustus dari Satish Dhawan Space Centre. Misi ini membawa kombinasi muatan dari pelanggan domestik maupun internasional, dengan fokus utama pada pengumpulan data performa sistem propulsi, panduan, dan mekanisme pemisahan tahap roket.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah India yang kini membuka sektor ruang angkasa yang sebelumnya didominasi negara kepada sektor swasta. Dengan melibatkan grup industri besar seperti Larsen & Toubro dan Hindustan Aeronautics Limited, India menargetkan pembangunan ekonomi ruang angkasa senilai 44 miliar dolar AS pada tahun 2033.