Pengadilan Tinggi Hong Kong secara resmi telah mengabulkan permohonan penangguhan penahanan bagi Li Min, seorang asisten manajer yang terlibat dalam proyek renovasi senilai HK$336 juta di Wang Fuk Court. Keputusan ini diambil setelah Li menjalani masa penahanan selama tiga minggu terkait dengan penyelidikan kasus kebakaran yang menjadi tragedi paling mematikan di Hong Kong dalam sejarah terkini.
Dalam persidangan yang berlangsung pada hari Kamis, hakim menetapkan nilai jaminan sebesar HK$300.000 bagi wanita berusia 33 tahun tersebut. Selain itu, pacar tersangka turut memberikan jaminan tambahan sebesar HK$100.000 sebagai syarat pendukung agar Li dapat menghirup udara bebas selama masa penantian persidangan kasus pencucian uang yang menjeratnya.
Li Min merupakan salah satu dari tujuh individu dan dua perusahaan yang terseret dalam kasus kriminal besar terkait kebakaran yang melanda kawasan Wang Fuk Court di Tai Po pada 26 November tahun lalu. Kasus ini menjadi perhatian publik yang luas mengingat besarnya dampak kerusakan dan korban jiwa yang ditimbulkan oleh insiden tersebut.
Hakim William Tam Yiu-ho dalam putusannya menetapkan serangkaian syarat ketat bagi Li Min selama masa penangguhan. Ia diwajibkan menyerahkan dokumen perjalanan kepada pihak berwenang, menetap di kediaman pacarnya di Sha Tau Kok, serta melapor ke kantor polisi sebanyak tiga kali dalam satu minggu. Selain itu, ia dilarang keras melakukan kontak dengan saksi-saksi kunci dalam persidangan.
Pihak kepolisian bekerja sama dengan Komisi Independen Anti-Korupsi (ICAC) telah melayangkan total 25 dakwaan terhadap sembilan pihak yang terlibat. Dakwaan tersebut mencakup tuduhan serius mulai dari pembunuhan tidak berencana, konspirasi penipuan, pencucian uang, upaya menghalangi peradilan, hingga penggelapan pajak yang melibatkan proyek renovasi tersebut.
Khusus untuk Li Min, ia didakwa atas satu tuduhan pencucian uang. Jaksa menduga Li telah menggunakan rekening bank pribadinya untuk memproses transaksi ilegal senilai lebih dari HK$1,37 juta atas nama Will Power Architects dalam kurun waktu antara Oktober 2019 hingga November 2025. Proses hukum ini diprediksi akan menjadi babak penting dalam mengungkap aliran dana mencurigakan di balik proyek-proyek konstruksi besar di Hong Kong.