IAEA Bongkar Proyek Reaktor Nuklir Rahasia Rezim Assad di Suriah
IAEA mengungkap reaktor nuklir rahasia yang dibangun rezim Assad di Suriah, lengkap dengan penemuan 73 ton uranium alami yang selama ini disembunyikan dari pengawasan dunia.
IAEA mengungkap reaktor nuklir rahasia yang dibangun rezim Assad di Suriah, lengkap dengan penemuan 73 ton uranium alami yang selama ini disembunyikan dari pengawasan dunia.
Pemerintah Inggris bersiap memberlakukan sanksi perdagangan terhadap produk permukiman ilegal Israel di Tepi Barat, sebagai bagian dari kebijakan reset hubungan diplomatik.
Militer Iran mengeklaim sukses menghantam kapal induk AS dengan rudal balistik di Selat Hormuz pada Minggu (6/9), memicu eskalasi konflik yang mengancam jalur logistik global.
Adidas memohon maaf setelah kampanye iklan sepatu difabel mereka yang menampilkan mantan tentara Israel memicu kemarahan publik dan aktivis pro-Palestina di seluruh dunia.
Ledakan di pangkalan militer Viacha, Bolivia, menewaskan tujuh orang dan menyisakan tujuh lainnya hilang, memicu penyelidikan atas dugaan kelalaian prosedur penyimpanan bahan peledak.
Sejarawan Assal Rad mengungkap bagaimana media massa memanipulasi narasi untuk menormalisasi genosida di Palestina melalui buku terbarunya, Don’t Say Palestine.
Suporter Red Star Beograd memicu kemarahan internasional dengan mengagungkan terpidana genosida Ratko Mladic melalui slogan kontroversial di tengah pertandingan derbi abadi.
Presiden Donald Trump memicu spekulasi warganet setelah tampil dengan warna rambut yang tampak lebih gelap saat tiba di New Jersey, Jumat (4/9).
Nauru resmi membuka kantor kedutaan besar di Yerusalem sebagai wujud dukungan bagi Israel. Langkah ini mengikuti jejak AS dan memicu perhatian dunia akan status kota sengketa tersebut.
Jose Mourinho menyatakan tidak ada beban khusus memenangkan Liga Champions dalam periode keduanya di Real Madrid jelang laga kontra Inter Milan di Santiago Bernabeu.
Ledakan alga masif di Laut Mediterania memaksa Israel menutup lima pabrik desalinasi utama, yang diduga dipicu oleh limbah dari Jalur Gaza di tengah pemanasan suhu global.
Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan bahwa kehadiran militer AS di Teluk tidak cukup untuk menjamin keamanan, mendesak negara kawasan untuk membangun kemandirian pertahanan.