Nasional

Argentina Ganti Tiga Pemain Hadapi Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Ringkasan

  • Argentina melakukan tiga pergantian susunan pemain saat menghadapi Spanyol di final Piala Dunia 2026 di Stadion New York, Senin dini hari WIB, sedangkan La Roja mempertahankan tim yang sama.

Lionel Scaloni memutuskan untuk menyegarkan skuad Argentina dengan tiga perubahan personel dibandingkan laga semifinal. Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, dan Nico González dipasangkan sejak awal, menggantikan Leandro Paredes, Giovani Lo Celso, dan Ángel Di María yang masing-masing menunggu di bangku cadangan. Keputusan ini menandakan niat pelatih asal Pujato untuk menambah kecepatan dan tekanan di lini tengah serta sayap kiri.

Di sisi lawan, Luis de la Fuente memilih kontinuitas. Pelatih berusia 63 tahun itu mempercayakan kesebelas pemain yang mengalahkan Prancis di semifinal, termasuk trio muda Lamine Yamal, Dani Olmo, dan Alex Baena di belakang Mikel Oyarzabal. Rodri dan Fabian Ruiz kembali bertugas sebagai double pivot yang menjadi tulang punggung sistem 4-2-3-1 Spanyol.

Pertemuan ini mempertemukan dua gaya bermain kontras. Argentina mengandalkan transisi cepat melalui koneksi Messi-Alvarez di depan, didukung lari tanpa bola De Paul dan kemampuan Mac Allister memecah pertahanan dengan umpan tembus. Sementara Spanyol tetap setia pada filosofi possession-based dengan Rodri sebagai metronom, meminta Yamal dan Baena untuk melebar lalu memotong ke dalam menciptakan overload di half-space.

Sejarah pertemuan kedua tim di panggung senior relatif seimbang. Dari 14 laga resmi, Argentina menang empat, Spanyol tiga, dan tujuh berakhir imbang. Namun ini pertama kalinya mereka bertemu di final Piala Dunia. Laga terakhir keduanya di Piala Dunia 2010 berakhir dengan kemenangan tipis Spanyol 1-0 lewat gol David Villa di fase grup.

Kunci taktis kemungkinan besar terletak pada duel fisik di tengah lapangan. Enzo Fernández dan Mac Allister harus cerdas menutupi ruang Rodri agar playmaker Manchester City itu tidak bebas mendiktakan tempo. Di sisi lain, kemampuan Nico González menembak jarak jauh dan mengirim cross akurat akan menguji ketahanan Pau Cubarsi dan Aymeric Laporte yang berumur 17 dan 30 tahun.

Emiliano "Dibu" Martínez kembali memakai jas kapten kedua di gawang Argentina. Kiper Aston Villa itu telah menyelamatkan timnas di dua adu penalti beruntun — lawan Belanda di perempat final 2022 dan Ecuador di perempat final edisi ini. Di hadapannya, Unai Simon menampilkan konsistensi luar biasa dengan hanya kekurangan dua gol di tujuh laga, termasuk clean sheet lawan Prancis.

Faktor kelelahan bisa jadi penentu. Argentina bermain 120 menit di perempat final lawan Ecuador lalu semifinal lawan Kroasia, sedangkan Spanyol hanya memerlukan perpanjangan waktu sekali — di semifinal lawan Prancis. Scaloni sadar akan hal ini, sehingga pergantian tiga pemain juga bermaksud mengurangi beban fisik pada bintang-bintang senior seperti Messi yang berusia 39 tahun.

Dari perspektif Indonesia, final ini menarik perhatian jutaan penggemar sepak bola yang terbiasa menonton liga Eropa lewat layanan streaming. Taylor Swift effect di final Piala Dunia 2022 — di mana pertunjukan penutup menarik penonton kasual — diperkirakan terulang dengan hadiah hiburan antar babak yang dikabarkan melibatkan Bad Bunny dan Rosalía. Hal ini memperluas demografi penonton di Indonesia melampaui komunitas hardliner sepak bola.

Secara komersial, sponsor utama seperti Adidas, Coca-Cola, dan Qatar Airways telah meluncurkan kampanye digital khusus pasar Asia Tenggara. Adidas melaporkan penjualan jersey Argentina dan Spanyol di Indonesia naik 340% dalam seminggu terakhir dibanding rata-rata bulanan. Tokopedia dan Shopee mencatat lonjakan pencarian "sepatu bola Messi" dan "kaos Yamal" sejak babak 16 besar.

"Ini final yang ditunggu dunia," ujar analis taktik ESPN Argentina, Juan Pablo Varsky, dalam siaran pra-laga. "Spanyol membawa generasi emas baru dengan Yamal sebagai wajahnya, Argentina mengejar gelar kedua beruntun untuk mengakhiri era Messi dengan sempurna. Siapa pun yang menang, sepak bola yang menang."

FIFA memperkirakan audiens global final ini akan menembus 1,8 miliar penonton unik, melebihi rekor 1,5 miliar final 2022. Di Indonesia, MNC Vision Networks dan Vidio menyiarakan laga langsung mulai pukul 01.30 WIB dengan studio pra-laga dipandu Eric Setiawan dan Ponaryo Astaman. Pertemuan dua filsafat sepak bola ini tidak hanya menentukan juara dunia, tapi juga akan membahas warisan Messi versus kelahiran bintang baru Yamal.

Mengapa Ini Penting

Final ini menandai pertemuan generasional: Messi (39 tahun) mengakhiri karier internasional versus Yamal (18 tahun) memulai dinastinya. Bagi penggemar Indonesia, ini momen langka menyaksikan transisi era sekaligus uji coba taktik modern — possession Spain vs transisi Argentina — yang akan memengaruhi cara klub-kita di Liga 1 mengembangkan anak asuh. Lonjakan penjualan merchandise dan rating siaran langsung juga menunjukkan potensi ekonomi sepak bola global di pasar Indonesia yang belum sepenuh dieksploitasi.

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
19 Juli 2026
Waktu Baca
5 menit