Internasional

BN Tidak Usung Semua Kursi di Negeri Sembilan, Jajaki Pakta Politik

Ringkasan

  • BN hanya ajukan 25 dari 36 kursi DUN Negeri Sembilan demi pakta dengan PAS jelang 1 Agustus.

Koalisi Barisan Nasional (BN) di Malaysia memutuskan hanya mencalonkan kandidat di 25 dari 36 kursi Dewan Undangan Negeri (DUN) pada pemilihan negara bagian Negeri Sembilan, menyisakan 11 kursi tanpa kontestan menjelang hari penamaan calon 18 Juli. Langkah itu diambil sambil BN memfinalisasi kesepakatan pemilihan dengan pihak yang disebut sebagai 'sahabat terpercaya', yang menurut media lokal merujuk pada Parti Islam Se-Malaysia (PAS).

Penetapan 25 kursi yang diisi BN dilakukan pada pengumuman calon Rabu lalu oleh Wakil Ketua BN Mohamad Hasan. Sebanyak 11 kursi sisanya—Klawang, Serting, Lobak, Sikamat, Ampangan, Bukit Kepayang, Mambau, Paroi, Lukut, Bagan Pinang, dan Gemas—tidak mendapat kandidat dari BN dan akan diumumkan pihak lain pada Kamis. Masa kampanye resmi akan berlangsung 14 hari setelah penamaan calon, menjelang pemungutan suara 1 Agustus.

Keputusan BN ini muncul di tengah sinyal politik dari PAS yang menyatakan keterbukaan bekerja sama dengan UMNO, partai inti BN, di Negeri Sembilan. Presiden PAS Abdul Hadi Awang pekan lalu menuturkan partainya siap menerima kandidat dari UMNO sebagai calon menteri besar jika kerja sama dua partai tersebut rampung. Menurut Hadi, negosiasi pembagian kursi dengan UMNO berjalan positif.

Latar belakang politiknya cukup kompleks. Pada pemilihan negara bagian Johor sebelumnya, PAS secara terbuka mengarahkan pendukungnya memilih BN di kursi yang tidak diperebutkan Perikatan Nasional (PN), koalisi oposisi yang menaungi PAS. Polanya menunjukkan bahwa batas rivalitas historis antara UMNO dan PAS mulai longgar demi kepentingan elektoral pragmatis di tingkat negara bagian.

Di sisi lain, Ketua BN sekaligus Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi pada Senin lalu sempat menepis klaim adanya kerja sama dengan PAS untuk Negeri Sembilan. Pernyataan itu kini bertolak belakang dengan arah kebijakan BN yang mengosongkan 11 kursi. Kontradiksi tersebut mencerminkan taktik penyampaian publik yang hati-hati sembari negosiasi internal digodok.

Bagi pembaca Indonesia, dinamika ini menarik karena menunjukkan bahwa di sistem multipartai Malaysia, pakta informal antarpartai bisa dibentuk hanya beberapa hari sebelum penamaan calon. Hal serupa pernah terlihat di Indonesia saat koalisi pengusung capres berubah di masa mendekati pencoblosan, meski dengan mekanisme hukum yang berbeda. Keleluasaan mengosongkan kursi demi 'sahabat' menegaskan fleksibilitas sistem federal Malaysia yang tidak banyak ditemui di tingkat provinsi Indonesia.

Dampak langsung bagi pemilih Negeri Sembilan adalah penyederhanaan peta kontestasi di 11 kursi tersebut. Tanpa kandidat BN, pertarungan terbuka kemungkinan besar menyisakan PN atau calon independen yang diakomodasi kesepakatan informal. Kondisi ini berpotensi menaikkan suara PAS di area yang sebelumnya dianggap basis tradisional UMNO.

Mohamad Hasan menegaskan bahwa pengaturan kursi ini bagian dari pemahaman dengan 'sahabat' yang akan diumumkan kemudian. 'Kita bekerja dengan partner terpercaya, insya Allah,' ujarnya dikutip Berita Harian. Ia tidak membeberkan identitas partner tersebut, namun sejumlah analis menilai petunjuknya merujuk PAS mengingat pernyataan Hadi Awang sehari-hari sebelumnya.

Abdul Hadi Awang sendiri menyatakan kesiapan menerima figur UMNO sebagai kepala eksekutif negara bagian jika kesepakatan tercapai. Pernyataan itu menjadi pendorong utama bagi BN untuk tidak memenuhi seluruh 36 kursi dan memberi ruang bagi PAS melalui jalur yang disebut 'pihak lain'.

Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa pengumuman Kamis akan mengonfirmasi distribusi 11 kursi ke PAS atau representasi PN di Negeri Sembilan. Jika terwujud, model pembagian kursi tanpa benturan ini bisa menjadi preseden bagi negara bagian lain menjelang siklus pemilihan berikutnya di Malaysia.

Tren kolaborasi pragmatis antarpartai Islam dan nasionalis Melayu diprediksi memperkuat stabilitas blok politik konservatif di Semenanjung. Namun, hal itu juga menguji loyalitas basis pemilih yang selama ini melihat UMNO dan PAS sebagai rival ideologis.

Persaingan di Negeri Sembilan akan menjadi barometer awal apakah strategi 'sahabat terpercaya' BN benar-benar mengonversi suara atau justru membingungkan pendukung di lapangan. Penamaan calon Sabtu mendatang akan mengunci konfigurasi akhir sebelum masa kampanye dua pekan dibuka.

Mengapa Ini Penting

Bagi Indonesia, manuver BN-PAS menunjukkan bahwa batas ideologis partai bisa dilupakan demi efisiensi elektoral, pelajaran bagi elite koalisi di tanah air yang sering kaku pada identitas. Pola mengosongkan kursi untuk partner juga memicu diskusi soal batas transparansi sistem pencalonan yang tidak dikenal di UU Pemilu Indonesia. Penguatan blok konservatif Malaysia berimplikasi pada kebijakan perbatasan dan kerja sama ekonomi dengan Sumatra yang berbatasan langsung. Masyarakat Indonesia perlu memahami bahwa stabilitas politik tetangga berdampak pada arus perdagangan dan tenaga kerja lintas selat Malaka.

Sumber Asli
Channel NewsAsia
Tanggal
16 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit