Nasional

Kendari Bentuk 62 Kelurahan Siaga Demi Tekan Kasus TBC dan Stunting

Ringkasan

  • Pemkot Kendari bersama Wali Kota Siska Karina Imran meluncurkan Kelurahan Siaga TBC dan Paket Sehat Spesial pada 14 Juli 2026 guna menekan kasus TBC serta stunting melalui 62 titik lokus.

Pemerintah Kota Kendari mengambil langkah strategis dalam memperbaiki derajat kesehatan masyarakat dengan meluncurkan sejumlah program unggulan. Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, memimpin langsung Pertemuan Koordinasi Bidang Kesehatan yang dirangkaikan dengan peresmian Kelurahan Siaga TBC serta program Paket Sehat Spesial pada Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan yang digelar di ibu kota Sulawesi Tenggara ini dihadiri pula oleh jajaran Forkopimda, sekretaris daerah, kepala dinas, camat, lurah, hingga kader Posyandu dan PKK.

Paket Sehat Spesial menjadi salah satu andalan pemerintah daerah untuk menjangkau warga di level paling bawah. Program ini mencakup Pekan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di tingkat kelurahan serta intervensi serentak pencegahan stunting pada balita dan ibu hamil. Rencananya, layanan gratis tersebut akan berlangsung selama sebulan penuh, tepatnya dari 17 Juli hingga 17 Agustus 2026.

Fokus utama dalam koordinasi kali ini tertuju pada penanganan tuberkulosis (TBC) yang dinilai masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota Kendari per Juni 2026, tren kasus TBC mengalami dinamika yang cukup fluktuatif dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, tercatat ada 1.660 kasus, kemudian naik tipis menjadi 1.678 kasus di 2024, dan melonjak tajam ke angka 2.126 kasus pada 2025.

Memasuki 2026, jumlah kasus aktif yang terdeteksi hingga Juni tercatat sebanyak 923 kasus. Untuk memutus mata rantai penularan secara masif, Pemkot Kendari menetapkan 62 titik lokus atau kelurahan yang akan berfungsi sebagai pusat identifikasi dini. Langkah integratif ini dirancang untuk menelusuri seluruh faktor risiko, termasuk memantau kondisi lingkungan yang terindikasi menjadi sarang penularan TBC.

Penanganan di lapangan pun berjalan dengan kecepatan yang memadai. Dari 923 kasus aktif per Juni 2026, sebanyak 896 kasus atau 97,1 persen telah menjalani pengobatan secara intensif. Pemerintah daerah juga telah melakukan investigasi kontak erat terhadap 451 kasus (64 persen) guna mencegah penyebaran lebih luas. Sementara itu, 75 kasus (3,2 persen) lainnya mendapatkan Terapi Pencegahan TBC (TPT) sebagai langkah antisipatif.

Di samping TBC, perhatian besar Pemkot Kendari juga tertuju pada percepatan penurunan angka stunting. Wali Kota Siska mencatat bahwa angka penderita stunting di wilayahnya terus menunjukkan tren penurunan yang menggembirakan. Saat awal masa kepemimpinannya, terdapat sekitar 500 anak penderita stunting. Melalui berbagai strategi intervensi yang dijalankan serentak, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 460 anak pada 2025.

Program Orang Tua Asuh Stunting yang melibatkan pejabat daerah setempat masih berjalan secara konsisten sebagai bagian dari upaya kolektif. Namun, Siska menekankan bahwa akurasi penanganan sangat bergantung pada ketepatan data. Dia meminta Dinas Kesehatan dan Satgas Stunting segera menyinkronkan data antara dinas dengan Puskesmas agar tidak ada anak yang terlewat dari pantauan intervensi gizi.

Keseriusan Kendari dalam program kesehatan masyarakat tercermin dari capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang melampaui target nasional. Pada 2025, realisasi CKG di kota ini mencapai 70,49 persen dengan 254.880 orang terealisasi dari total sasaran 366.545 orang. Angka tersebut jauh di atas target nasional saat itu yang hanya 36 persen, sekaligus mengukuhkan Kendari sebagai daerah dengan capaian tertinggi di seluruh Sulawesi Tenggara.

Siska Karina Imran menegaskan bahwa sinkronisasi data menjadi kunci keberhasilan program di lapangan. "Sinkronisasi data ini sangat penting. Tugas Dinkes dan Satgas untuk memastikan data di lapangan sinkron, karena kita di daerah yang bermukim di sini dan melaksanakan langsung program ini, sehingga kitalah yang paling tahu kondisi riil masyarakat kita," ucap wali kota perempuan pertama di Kendari tersebut.

Meski performa saat ini sudah mengesankan, Pemkot Kendari tidak menurunkan ambisi. Per 13 Juli 2026, realisasi CKG Semester I berada di angka 47,08 persen (181.780 orang dari sasaran 386.095 orang), sudah melampaui target nasional 2026 sebesar 46 persen. Siska meminta dukungan penuh dari seluruh perangkat kelurahan untuk menaikkan target CKG menjadi 90 persen melalui Paket Sehat Spesial. "Kita tidak boleh cepat puas. Saya meminta dukungan penuh dari seluruh lurah, ketua RT/RW, LPM, hingga kader Posyandu untuk menggerakkan masyarakat," katanya.

Kolaborasi multi-sektor dari level pemerintahan atas hingga struktur terkecil seperti RT dan RW dinilai menjadi tulang punggung keberlangsungan program ini. Penguatan peran kader Posyandu dan PKK sangat vital untuk mendatangi rumah-rumah warga yang belum tersentuh layanan kesehatan formal. Pendekatan gotong royong semacam ini diharapkan mampu menjaring seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Ke depan, Pemkot Kendari berupaya mengubah paradigma penanganan kesehatan dari sekadar kuratif menjadi lebih preventif dan promotif. Dengan menekan angka TBC dan stunting secara signifikan, pemerintah daerah optimistis dapat mewujudkan masyarakat yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga tangguh dan sejahtera secara menyeluruh.

Mengapa Ini Penting

Program penanganan kesehatan berbasis kelurahan di Kendari menawarkan model kolaborasi desentralisasi yang bisa diadopsi oleh pemerintah daerah lain di Indonesia untuk memerangi penyakit menular dan gizi buruk. Pemanfaatan sinkronisasi data antara dinas dan puskesmas menjadi kunci transformasi sistem kesehatan primer, meski masih membutuhkan dukungan infrastruktur digital yang merata di daerah. Keberhasilan melampaui target nasional membuktikan bahwa pendekatan gotong royong berbasis RT/RW masih efektif di tengah modernisasi layanan kesehatan. Masyarakat luas dapat mengambil pelajaran bahwa deteksi dini dan intervensi berbasis komunitas merupakan benteng pertahanan paling murah namun paling ampuh.

Sumber Asli
Nasional
Tanggal
14 Juli 2026
Waktu Baca
5 menit