Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, menghadiri peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Masjid Agung Kota Bogor, Senin (15/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema "Semangat Tahun Baru Islam 1448 H Meneguhkan Spirit Keislaman Dalam Bingkai NKRI" ini hadir sebagai ajang refleksi kolektif untuk memperkuat persatuan, memperbaiki diri, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Acara ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor, termasuk Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih. Kehadiran pejabat militer tinggi di forum keagamaan ini menegaskan sinergitas antara pilar keamanan dan keagamaan dalam membangun karakter bangsa, selaras dengan semangat Pancasila dan UUD 1945.
Momen paling dinanti menjadi tausiyah (kultum) dari Mayjen TNI Kosasih yang membagikan perjalanan hidupnya yang inspiratif: dari seorang marbot masjid yang rutin mengurus kebersihan dan ketertiban rumah ibadah, hingga dipercaya memangku jabatan tertinggi komando militer daerah. Kisah transformasi ini bukan sekadar biografi pribadi, melainkan bukti nyata bagaimana konsistensi ibadah, ketekunan, dan tawadhu (kerendahan hati) dapat membuka pintu rezeki dan jabatan yang tidak terduga.
Merespons narasi tersebut, Adityawarman Adil menegaskan bahwa kisah Pangdam Siliwangi harus dijadikan teladan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda. "Sering berdoa dan membaca selawat Nabi Muhammad SAW adalah kunci agar segala tujuan, hajat, dan cita-cita kita dimudahkan oleh Allah SWT," ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa spiritualitas bukan hal terpisah dari pencapaian profesi, melainkan fondasi yang menopang integritas dan keberlanjutan karir.
Dalam tausiyahnya, Mayjen TNI Kosasih mengajak jamaah menjadikan momentum 1 Muharram sebagai titik evaluasi diri (muhasabah). Ia menekankan pentingnya memperbaiki akhlak, menjaga kesucian hati, serta menjauhi perbuatan yang mengarah pada dosa. "Jadikan Al-Qur'an sebagai sahabat dalam kehidupan sehari-hari," pesannya. Ajakan ini relevan di era digital di mana godaan dan informasi negatif mudah diakses, sehingga pegangan spiritual menjadi filter moral yang esensial.
Puncak acaranya ditandai dengan aksi nyata kepedulian sosial: penyerahan santunan kepada anak yatim serta pembagian paket bingkisan kepada kaum dhuafa. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Pangdam III/Siliwangi, Wali Kota Bogor, Ketua DPRD, dan unsur Forkopimda. Tindakan ini mengimplementasikan nilai "rahmatan lil alamin" (rahmat bagi seluruh alam) secara konkret, membuktikan bahwa perayaan keagamaan tidak lengkap tanpa manifestasi solidaritas kepada golongan lemah.
Kegiatan ini juga memproyeksikan peran strategis Forkopimda sebagai wadah sinkronisasi kepemimpinan daerah yang melibatkan unsur TNI, Polri, DPRD, dan Pemerintah Daerah. Kolaborasi lintas institusi dalam forum keagamaan ini mengirim sinyal kuat bahwa pembangunan karakter bangsa adalah tanggung jawab bersama, bukan domain tunggal pihak berwenang agama saja.
Pemerintah Kota Bogor melalui momen ini berharap nilai-nilai keislaman yang universal — keadilan, kasih sayang, dan kejujuran — dapat terus tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat majemuk Kota Hujan. Peringatan 1 Muharram 1448 H ini diharapkan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan katalisator perbaikan kontinu (kaizen) bagi individu dan kolektif menuju masyarakat madani yang berlandaskan iman dan takwa.