Kimi Antonelli memastikan diri start terdepan pada Grand Prix Belgia di Sirkuit Spa-Francorchamps, Sabtu malam WIB, setelah mencatat waktu tercepat 1 menit 44,361 detik dalam sesi kualifikasi. Pembalap muda Mercedes asal Italia itu mengungguli Max Verstappen dari Red Bull dan Lando Norris dari McLaren yang melengkapi baris terdepan di posisi kedua dan ketiga.
Keberhasilan Antonelli meraih pole position di Spa menjadi catatan tersendiri bagi skuad Mercedes yang musim ini terus menaruh kepercayaan pada talenta muda. Ia mengalahkan rekan setimnya, George Russell, yang harus puas menempati urutan keempat dengan selisih waktu 0,508 detik. Hasil ini juga mematahkan dominasi Verstappen yang sempat memimpin sejak sesi pertama kualifikasi.
Sesi Q1 diawali dengan kecepatan tinggi dari Verstappen yang membukukan 1 menit 45,903 detik. Ia lalu dibayangi Arvin Lindblad yang terus mempertajam catatan waktunya. Norris kemudian melesat lebih cepat dan sempat mengambil alih posisi terdepan sebelum Q1 ditutup dengan urutan Norris, Verstappen, dan Hadjar di tiga besar.
Memasuki Q2, Russell sempat memimpin jalannya sesi. Antonelli muncul sebagai kejutan dengan torehan waktu jauh lebih impresif sehingga menggeser Russell. Liam Lawson, Pierre Gasly, Sebastian Colapinto, Nico Hulkenberg, Carlos Sainz, dan Oliver Bearman gagal melaju ke Q3 setelah tertahan di luar sepuluh besar.
Pada putaran penentuan Q3, Antonelli tidak memberi ruang bagi pesaing. Waktu 1 menit 44,361 detik yang ia ukir nyaris mustahil dikejar Verstappen, yang hanya sanggup mencatat 1 menit 44,678 detik di urutan kedua. Norris melengkapi posisi ketiga dengan 1 menit 44,801 detik, disusul Russell dan Charles Leclerc di baris kedua.
Pencapaian Antonelli di Spa menunjukkan pergeseran kekuatan di grid Formula 1. Generasi pembalap belia mulai menekan nama-nama etablished seperti Verstappen dan Lewis Hamilton, yang kali ini hanya menempati posisi keenam. Hal serupa terlihat dari naiknya pembalap seperti Isack Hadjar dan Arvin Lindblad yang mulai masuk jajaran kompetitif.
Bagi penggemar balapan di Indonesia, kans start terdepan Antonelli menambah daya tarik siaran GP Belgia yang kerap disaksikan melalui layanan streaming resmi. Komunitas penggemar F1 lokal biasanya menggelar nobar di kota besar saat balapan digelar di Sirkuit Spa, trek yang dikenal memiliki tikungan cepat dan cuaca tak menentu.
Industri motorsport tanah air belum memiliki sirkuit bertaraf F1, namun animo terhadap ajang ini terus tumbuh seiring masuknya sponsor lokal di tim-tim junior Eropa. Kehadiran pembalap muda berprestasi seperti Antonelli memberi dorongan bagi program akademi balap Indonesia untuk menyiapkan bakat serupa di masa depan.
Verstappen sendiri tidak banyak berkomentar usai sesi, namun catatan waktunya menunjukkan Red Bull masih kompetitif meski tak meraih pole. Norris dari McLaren terus menekan, sementara Leclerc dan Hamilton berada di belakang dengan margin yang masih mungkin dikejar saat balapan utama nanti.
Hasil kualifikasi ini juga memunculkan nama Sebastian Bortoleto di urutan sembilan dan Hadjar di posisi sepuluh. Persaingan di sepuluh besar memperlihatkan bahwa selisih waktu antarpembalap kini sangat tipis, sehingga strategi pit stop dan kondisi cuaca akan menentukan hasil akhir GP Belgia.
Antonelli akan memimpin balapan dari posisi terdepan dengan bekal kecepatan yang konsisten sepanjang kualifikasi. Verstappen dan Norris diprediksi memberi tekanan sejak lampu merah padam, terutama di tikungan Les Combes dan Kemmel Straight yang menjadi titik overtake utama.
Ke depan, performa Antonelli di Spa akan menjadi ujian apakah Mercedes benar-benar bisa mengandalkan pembalap 18 tahun itu sebagai pilar utama. Jika ia memenangkan balapan, persaingan gelar musim ini dipastikan memasuki babak baru dengan dominasi pembalap muda.
Kualifikasi GP Belgia juga menjadi sinyal bahwa peta kekuatan konstruktor mulai merata. McLaren, Mercedes, dan Red Bull saling sikut di baris depan, sementara Ferrari melalui Leclerc harus bekerja keras untuk ikut bersaing memperebutkan kemenangan.
Tren ini mempertegas bahwa Formula 1 memasuki era transisi. Nama-nama baru mulai mengambil alih panggung dari generasi sebelumnya, dan GP Belgia 2026 mungkin akan dikenang sebagai momen lahirnya salah satu bintang masa depan balapan jet darat.