Nasional

Mendagri Tito Pacu Kades Naik Kelas Lewat Program Kampus UI

Ringkasan

  • Mendagri Tito Karnavian membuka Program Kepala Desa Masuk Kampus angkatan II di UI Depok, Selasa (14/7), guna membekali 434 kades kemampuan manajerial dan menekan urbanisasi.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian membuka Program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) angkatan kedua di Balai Purnomo Universitas Indonesia, Kota Depok, Jawa Barat, pada Selasa (14/7). Sebanyak 434 kepala desa dari 291 kecamatan, 149 kabupaten, dan 32 provinsi mengikuti pelatihan tiga hari yang berlangsung sejak 13 hingga 16 Juli 2026.

Kolaborasi Kemendagri dengan UI ini merupakan implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan. Tito menekankan bahwa 56 persen penduduk Indonesia tinggal di kota, sementara hanya 44 persen di perdesaan, sehingga desa harus diperkuat agar mampu tumbuh dan menahan arus urbanisasi.

Urbanisasi besar-besaran selama dekade terakhir memicu beban berlebih pada infrastruktur kota. Di sisi lain, desa sering kehilangan tenaga produktif karena warganya mencari penghidupan di pusat-pusat ekonomi. Pemerintah melihat ketimpangan ini tidak cukup diatasi dengan alokasi anggaran semata, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia pengelola desa.

Sebelumnya, tiga fondasi kebijakan sudah diletakkan. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menjadi payung hukum paradigma pemerataan pembangunan. Pembentukan kementerian khusus yang mengurusi desa memperkuat kelembagaan. Penyediaan dana desa memberikan dorongan fiskal sekaligus mengurangi kesenjangan antara desa dan kota.

Namun, keberadaan dana belum diiringi kapasitas manajerial merata di tingkat desa. Banyak kepala desa berlatar belakang non-birokrat dengan kompetensi teknis beragam. Program KDMK hadir untuk menyamakan kemampuan tersebut melalui pendampingan akademik dari perguruan tinggi terkemuka.

Dampaknya bagi Indonesia cukup strategis. Desa yang dikelola kepala desa kompeten berpotensi membuka lapangan kerja lokal dan meningkatkan kontribusi ekonomi wilayah. Ketika penghidupan di desa memadai, tekanan warga untuk pindah ke kota melonggar, sehingga kemacetan, permukiman kumuh, dan pengangguran perkotaan dapat ditekan.

Pendekatan melibatkan universitas sebagai mitra juga relatif baru dalam skala nasional. Sementara negara lain mengandalkan pelatihan birokrasi internal, Indonesia memanfaatkan ekosistem kampus untuk mentransfer pengetahuan manajerial dan administrasi modern. Ini bisa menjadi cetak biru kolaborasi trihelix lainnya.

Di era digital, bekal administrasi dan berpikir inovatif yang diberikan UI mencakup pula adaptasi teknologi. Kemampuan kepala desa mengelola data kependudukan, layanan publik daring, dan promosi potensi desa melalui platform digital akan mempercepat transformasi desa mandiri. Hal ini sejalan dengan arah portal teknologi yang menyoroti adopsi digital di daerah.

“Sekali lagi tujuannya adalah untuk mendorong agar desa lebih berkembang dan kemudian bisa membuka lapangan kerja, memberikan kontribusi ekonomi dan juga memberikan keluasaan supaya desa mandiri secara keuangan,” ujar Tito dalam keterangan tertulis Kemendagri.

Ia menambahkan pemilihan UI karena statusnya sebagai salah satu kampus terbaik di Tanah Air. “Harapan kita dengan kerja sama ini nanti bisa menambah kemampuan kepala desa sehingga pengelolaan desa jadi lebih baik dan memberikan kontribusi untuk pembangunan nasional,” kata mantan Kapolri tersebut.

Kegiatan KDMK angkatan kedua akan berlangsung hingga 16 Juli 2026. Peserta mendapat materi manajerial, administrasi, serta teknik berpikir kreatif dan inovatif. Ke depan, pola serupa berpeluang diperluas ke perguruan tinggi negeri lain guna menjangkau ribuan desa yang belum tersentuh.

Jika program ini konsisten, Indonesia dapat memetakan jalur pembangunan dari bawah yang berkelanjutan. Desa yang mandiri secara finansial dan kelembagaan akan menjadi benteng ekonomi riil, sekaligus mengurangi ketergantungan pada transfer pusat. Langkah ini menjadi investasi jangka panjang bagi stabilitas nasional.

Mengapa Ini Penting

Program KDMK menggeser fokus pembangunan desa dari sekadar transfer dana menjadi investasi kapasitas kepemimpinan lokal. Jika terukur efektif, model kemitraan perguruan tinggi dan pemerintah desa dapat diperluas ke bidang transformasi digital pedesaan serta layanan publik berbasis teknologi. Masyarakat luas di Indonesia berpotensi merasakan penurunan biaya hidup di kota akibat berkurangnya tekanan urbanisasi yang berlebihan. Langkah ini juga mempercepat target penurunan kemiskinan ekstrem tanpa harus menumpuk beban fiskal pusat.

Sumber Asli
Cnnindonesia
Tanggal
14 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit