Partai Gerakan Rakyat (PGR) melangkah ke babak formal dalam perjalanan politiknya. Kamis (23/7/2026), partai yang lahir dari organisasi massa ini menyerahkan berkas pendaftaran ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) di Jakarta Selatan. Langkah ini menandai transisi resmi dari Ormas Gerakan Rakyat menjadi entitas politik yang berhak bertanding di pesta demokrasi.
Ketua Umum PGR Sahrin Hamid menegaskan komitmen partainya untuk mengusung Anies Baswedan sebagai capres di Pilpres 2029. "Sudah dipastikan calon presidennya adalah Anies Rasyid Baswedan," ujarnya tegas di hadapan wartawan usai menyerahkan berkas. Syaratnya, PGR harus terlebih dahulu lolos verifikasi dan memperoleh status sebagai partai peserta pemilu.
Perjalanan menuju titik ini tidak instan. Sahrin mengungkapkan pengurus partai di 38 provinsi telah menyelesaikan verifikasi administrasi tingkat daerah dan memperoleh Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari masing-masing Kanwil Kemenkumham. Proses penyelesaian 38 SKT tersebut dinyatakan rampung sejak 22 Juli 2024, jauh sebelum pendaftaran tingkat pusat digelar.
"Kami keluar masuk kantor kelurahan, kantor desa, kantor Kesbangpol, kantor Kanwil untuk perbaikan demi perbaikan," cerita Sahrin menggambarkan dinamika di lapangan. Ia menegaskan PGR bukan partai yang didanai oleh satu orang, keluarga, atau kelompok tertentu. "Partai ini berkembang dari akar rumput. Partai Gerakan Rakyat milik masyarakat Indonesia," tegasnya.
Akar sejarah PGR terjalin dari Ormas Gerakan Rakyat yang diresmikan 27 Februari 2025 di Jakarta. Organisasi itu terinspirasi gagasan Anies Baswedan, khususnya soal pendidikan. Juru Bicara Gerakan Rakyat Yusuf Lakaseng mengakui landasan ideologis tersebut. "Terutama soal pendidikan," kata Yusuf menegaskan fondasi pemikiran yang dibawa.
Transformasi dari ormas ke partai politik diputuskan dalam Rakernas 17-18 Januari 2026. Keputusan itu tidak muncul tiba-tiba. Wacana pembentukan partai sudah dibahas sejak Rapimnas Juli 2025, meski saat itu Anies menegaskan Gerakan Rakyat bukan kendaraan politik Pilpres 2029. Dinamika internal pun berubah ketika Anies resmi menjadi anggota pada Desember 2025.
Pendaftaran hari ini baru permulaan. Sahrin jujur mengakui PGR baru memperoleh "secarik kertas yang menerangkan bahwa dokumen telah diterima." Badan hukum sebagai partai politik belum terbit. Fase selanjutnya adalah memperoleh tiket peserta pemilu, lalu memasuki babak penentuan: memenangkan Pemilu 2029.
Kehadiran PGR mewarnai lanskap politik pasca-Pemilu 2024. Partai baru dengan tokoh pendukung berprofil nasional seperti Anies memiliki potensi menarik simpati pemilih yang merasa tak terwakili oleh partai-partai lama. Namun, jalur verifikasi administratif dan faktual di KPU nanti akan menjadi ujian ketat bagi kelengkapan dokumen dan keanggotaan.
Analis politik menilai, keberhasilan PGR lolos verifikasi akan bergantung pada konsistensi data keanggotaan di tingkat cabang dan ranting. Banyak partai baru gagal di tahap ini karena ketidaksesuaian data antara yang dilaporkan ke Kemenkumham dengan yang diverifikasi KPU. Pengalaman partai-partai baru di Pemilu 2024 menjadi pelajaran berharga.
Di sisi lain, dukungan Anies memberikan modal politik signifikan. Elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu terbukti kuat di Pilpres 2024, memperoleh suara kedua terbanyak. Jika PGR lolos bertanding, Anies akan menjadi aset utama dalam kampanye. Pertanyaannya, apakah Anies sendiri siap maju lagi? Hingga kini, yang bersangkutan belum memberikan konfirmasi resmi soal niatnya mencalonkan diri kembali.
Sahrin menggarisbawahi fondasi perjuangan PGR berlandaskan keadilan sosial dan demokrasi berkeadaban, dengan nilai Panca Dharma sebagai kompas. Jargon "partai milik rakyat" akan diuji nyata di lapangan, bukan hanya di pidato. Masyarakat akan menilai apakah struktur kepengurusan dan pengambilan keputusan benar-benar partisipatif atau tetap terpusat pada segelintir orang.
Langkah PGR kini berada di tangan tim verifikasi Kemenkumham dan nanti KPU. Proses administrasi yang ketat akan memfilter partai-partai yang serius dari yang hanya ikut-ikutan. Bagi PGR, ujian nyata baru dimulai: membuktikan keberadaan akar rumput yang mereka klaim bukan sekadar narasi, tapi realitas organisatorik yang kuat di seluruh pelosok negeri.