Jakarta – Pemerintah menggelar transformasi massif di sektor pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang ditargetkan selesai secara bertahap hingga 2028.
Program ini tidak sekadar memperbaiki gedung, melainkan membangun ekosistem belajar yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan guna menunjang visi Indonesia Emas 2045.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan bahwa dana pendidikan adalah investasi, bukan belanja habis, dan dampak nyata baru terasa dalam satu hingga dua dekade mendatang.
Empat fondasi transformasi yang ditekankan meliputi peningkatan kualitas guru, penyempurnaan regulasi, pembudayaan sekolah positif, serta penyediaan sarana pembelajaran modern.
Prioritas pembangunan diberikan pada sekolah di kawasan rawan bencana, wilayah 3T, dan bangunan dengan kerusakan berat, mengingat risiko learning loss yang semakin parah pasca pandemi.
Mekanisme swakelola melibatkan masyarakat sekitar sehingga proyek juga menggerakkan ekonomi lokal, sementara digitalisasi dipercepat dengan penyaluran Interactive Flat Panel, pelatihan guru, akses internet, hingga panel tenaga surya untuk sekolah tanpa listrik.
Hasil monitoring di Papua, NTT, dan Nias Utara menunjukkan peningkatan semangat belajar siswa dan kualitas proses belajar mengajar berkat pemanfaatan teknologi tersebut.
Di sisi lain, pemerintah memperluas akses pendidikan anak usia dini dengan target minimal satu TK di setiap desa, memperkuat kompetensi guru PAUD lewat RPL, serta memperluas bantuan Program Indonesia Pintar.
Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi mengapresiasi langkah ini, menilai revitalisasi harus berdampak langsung pada kualitas pembelajaran, bukan hanya estetika bangunan.
Ia juga menyoroti pentingnya pendampingan kepala sekolah, pelatihan digital, AI, coding, serta budaya berbagi praktik baik agar transformasi berkelanjutan.
Untuk menjamin akuntabilitas, Kemendikdasmen menerapkan good governance: setiap sekolah mendapat pendampingan konsultan, pengawasan Inspektorat Jenderal, serta monitoring bersama pemerintah daerah dan masyarakat.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengajak seluruh elemen bangsa menjaga hasil revitalisasi, mencegah penyalahgunaan anggaran, dan memastikan sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, serta media agar generasi 2045 benar-benar unggul.