Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur memulai tahap awal pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Cakung Cilincing dengan melakukan pembersihan lahan di kawasan Cakung Timur. Langkah ini melibatkan puluhan petugas dari berbagai satuan kerja perangkat daerah dan warga setempat.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Timur Fauzi mengatakan pembersihan lahan merupakan wujud nyata pelayanan pemerintah kepada masyarakat. "Kemarin, kita bersama-sama melaksanakan pembersihan di lokasi ini dengan sebaik-baiknya, sebagai bentuk pelayanan kita kepada masyarakat," ujarnya di Jakarta, Senin.
Lahan yang akan disulap menjadi taman tersebut memiliki luas 7.883 meter persegi dan merupakan aset milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta. Sosialisasi rencana pembangunan RTH ini sudah berlangsung sejak 2025 dan mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Masyarakat berharap pembangunan taman bisa segera terealisasi karena fasilitas tersebut dinilai sangat dibutuhkan.
Fauzi menjelaskan bahwa kehadiran taman ini tidak hanya akan meningkatkan persentase ruang terbuka hijau di Jakarta Timur, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan tempat berkumpul yang positif bagi warga. "Mari kita bersama-sama melaksanakan pembersihan di lokasi ini dengan sebaik-baiknya sebagai bentuk pelayanan kita kepada masyarakat. Selain itu, kita juga laksanakan kegiatan kerja bakti ini dengan penuh semangat demi menciptakan Kota Jakarta Timur yang hijau, bersih, dan nyaman," tuturnya.
Dalam kegiatan pembersihan itu, sejumlah unsur diterjunkan. Mulai dari petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Pasukan Pelangi dari Suku Dinas Lingkungan Hidup, Satuan Tugas Sumber Daya Air (SDA), hingga Bina Marga. Tidak ketinggalan kader Dasawisma, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Suku Dinas Perhubungan turut ambil bagian.
Saat ini, luas RTH di Jakarta mencapai 3.703,56 hektare atau setara 5,59 persen dari total wilayah. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 3.446 hektare atau 5,3 persen. Meskipun tumbuh, capaian tersebut masih jauh dari target ideal. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan perluasan RTH hingga 30 persen dari total daratan pada 2045.
Peningkatan persentase ruang terbuka hijau itu diwujudkan melalui pembangunan 15 lokasi RTH taman, satu lokasi RTH jalur hijau, tiga lokasi RTH hutan, dan satu lokasi RTH makam. Dari sisi pemakaman, terdapat 7.627 potensi petak makam baru yang disiapkan. Capaian ini menjadi bagian dari laporan kinerja DKI Jakarta terkait urusan lingkungan hidup dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025.
Kehadiran RTH di tengah padatnya Jakarta memiliki urgensi yang sangat tinggi. Selain berfungsi sebagai paru-paru kota dan menyerap polusi udara, ruang terbuka hijau juga berperan dalam mitigasi banjir melalui resapan air. Di tengah isu perubahan iklim dan peningkatan suhu perkotaan, setiap tambahan RTH menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas hidup warga.
Namun, jalan menuju target 30 persen RTH masih panjang. Keterbatasan lahan dan alih fungsi menjadi tantangan utama. Banyak area potensial yang sudah terbebani bangunan atau infrastruktur lain. Karena itu, setiap proyek RTH baru seperti Taman Cakung Cilincing menjadi langkah kecil namun signifikan dalam mewujudkan Jakarta yang lebih hijau dan layak huni.
Fauzi berharap pembangunan taman dapat berjalan lancar dan segera dinikmati warga. Menurutnya, taman itu nantinya akan menjadi tempat berkumpul yang positif, memperkuat interaksi sosial masyarakat Cakung dan sekitarnya. "Kegiatan kerja bakti ini juga kita laksanakan dengan penuh semangat demi menciptakan Kota Jakarta Timur yang hijau, bersih, dan nyaman," ucapnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Jakarta Timur berencana melanjutkan tahapan pembangunan setelah proses pembersihan rampung. Dukungan dan partisipasi warga dinilai menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Masyarakat setempat pun diharapkan turut menjaga dan merawat taman agar fungsinya optimal dan berkelanjutan.