Internasional

Perebutan Kursi Menteri Keuangan Bayangi Transisi Kekuasaan Burnham

Ringkasan

  • Andy Burnham jadi PM Britania Senin depan, tapi perebutan pos menteri keuangan di Nomor 11 masih berlangsung tertutup.

Andy Burnham memastikan diri mengambil alih kursi perdana menteri Britania Raya pada Senin mendatang setelah meraih dukungan mayoritas anggota parlemen dari Partai Buruh serta mendapatkan dukungan serikat pekerja yang dipersyaratkan oleh aturan internal partai. Di balik perhelatan di Nomor 10 Downing Street itu, perebutan posisi menteri keuangan di Nomor 11 Downing Street masih berlangsung tertutup dan akan menentukan arah kebijakan ekonomi pemerintahan baru.

Tim transisi Burnham menegaskan belum ada keputusan resmi mengenai penunjukan menteri keuangan. Pengumuman kabinet diperkirakan baru keluar saat Burnham resmi pindah ke kediaman perdana menteri. Pembicaraan intens dilakukan oleh lingkaran kecil yang terdiri dari calon kepala staf Nomor 10 James Purnell, Louise Haigh, serta mantan anggota parlemen Josh Simons yang mengundurkan diri untuk memberi jalan bagi Burnham.

Spekulasi awal menempatkan Menteri Energi Ed Miliband sebagai pengisi kursi menteri keuangan. Asumsi itu muncul setelah Burnham memenangkan pemilihan sela Makerfield. Namun, tekanan baik terbuka maupun senyap mulai bermunculan. Serikat pekerja sektor minyak dan gas meragukan insting Miliband terkait kebijakan energi. Sementara itu, Richard Walker, bos supermarket Iceland yang juga penasihat bidang biaya hidup tanpa gaji di era Keir Starmer, memperingatkan pasar obligasi akan panik jika figur berhaluan ideologis duduk di Treasury.

Beberapa anggota parlemen yang dekat dengan Burnham menyatakan peluang Miliband menipis dalam beberapa hari terakhir. Mereka menekankan hal itu bukan keputusan final, melainkan pembacaan terhadap suasana politik yang berkembang. Di sisi lain, kubu Miliband yakin penunjukan tersebut tetap mungkin dan justru diperlukan. Mereka menyoroti rekam jejak ekonominya: mantan penasihat Treasury di era Gordon Brown, ketua Dewan Penasihat Ekonomi, serta memiliki pengalaman menteri di dua pemerintahan Buruh.

Seorang kolega Miliband menyebut ia mampu memaksa Treasury menjalankan hal yang tidak ingin dilakukannya. Dukungan lain datang dari klaim bahwa Miliband patuh pada aturan fiskal utang dan pinjaman. Salah satu pendukungnya berkata lugas, "Dia bukan Che Guevara." Bagi sayap kiri moderat partai, jika Miliband tidak dipilih, Burnham dianggap gagal di rintisan pertama untuk mengubah Britania.

Faktor lain yang bermain adalah keterlibatan Lord Jim O'Neill dan Andy Haldane dalam tim penasihat. O'Neill pernah menjadi kepala ekonom Goldman Sachs serta sekretaris komersial Treasury di era David Cameron, sementara Haldane merupakan mantan kepala ekonom Bank of England. Keduanya punya ikatan kuat dengan wilayah utara Inggris. Peran mereka belum jelas, namun kehadiran mereka memunculkan wacana bahwa Burnham bisa memperkuat kendali ekonomi di Nomor 10 ketimbang membiarkannya di Treasury.

Haigh sebelumnya mendesak penguatan fungsi Nomor 10 untuk mendorong pertumbuhan. Jika Haldane dan O'Neill masuk struktur pemerintahan, kebutuhan akan keahlian Miliband di Treasury bisa berkurang. Keputusan personal Burnham bukan sekadar soal nama, melainkan rancang bangun kekuasaan ekonomi pemerintahannya.

Nama Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood juga mengemuka dalam diskusi. Ia tidak memiliki latar belakang ekonomi, namun dianggap bisa menenangkan pasar sebagai menteri senior dari sayap kanan partai. Sumber senior menyebut keputusan belum mengkristal. Menteri Luar Negeri Yvette Cooper turut masuk daftar calon penghuni Nomor 11.

Bagi pembaca Indonesia, dinamika ini relevan karena menunjukkan betapa pentingnya sinyal politik kepada pasar keuangan saat pergantian pemimpin. Di Tanah Air, penunjukan menteri keuangan selalu diawasi ketat oleh investor karena berdampak langsung pada nilai tukar rupiah dan yield obligasi. Transisi kekuasaan yang stabil kerap bergantung pada figur teknokratis di posisi fiskal.

Pengaruh tokoh non-politik seperti O'Neill dan Haldane mirip dengan pola di Indonesia di mana ekonom independen kerap dipanggil ke istana untuk merancang kebijakan. Perbedaannya, Britania menghadapi ketegangan antara pertumbuhan regional dan kendali Treasury, sementara Indonesia lebih berurusan dengan pemerataan antar pulau dan stabilitas makro.

Burnham diproyeksikan tetap merahasiakan pilihan hingga mendekati pelantikan. Tekanan dari serikat pekerja, pasar, dan faksi partai akan membatasi ruang geraknya. Penunjukan akhir pekan depan akan menjadi indikator arah ekonomi pemerintahan Buruh di bawah kepemimpinannya.

Mengapa Ini Penting

Struktur kekuasaan ekonomi di pemerintahan baru Britania menjadi cermin bagi negara dengan sistem multipartai yang bergantung pada stabilitas pasar. Masyarakat Indonesia yang memiliki instrumen obligasi ritel dan menaruh dana di perbankan akan merasakan efek dari sentimen pasar global saat transisi pemimpin terjadi. Pola penunjukan teknokrat versus politisi di pos fiskal juga relevan dengan debat mengenai komposisi kabinet di Indonesia. Penguatan kantor perdana menteri atas kementerian keuangan menunjukkan tren sentralisasi kebijakan ekonomi yang bisa menginspirasi maupun menjadi peringatan bagi negara berkembang.

Sumber Asli
BBC News
Tanggal
15 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit