Nasional

Polisi Olah TKP Kematian Sutrimo, Tiga Barang Bukti Dibawa ke Labfor

Ringkasan

  • Polisi melakukan olah TKP di Klinik Mordent, Jakarta Selatan, terkait kematian Sutrimo pada Senin (27/7).
  • Tiga bungkus barang bukti telah diamankan dan dibawa ke laboratorium forensik untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi dari Polres Metro Jakarta Selatan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin (27/7) di Klinik Mordent, Kebayoran Baru, terkait kematian seorang pria bernama Sutrimo. Proses olah TKP dimulai pukul 13.10 WIB dan berakhir sekitar satu jam kemudian pada pukul 14.13 WIB. Setelah pemeriksaan lokasi selesai, seorang personel terlihat membawa keluar tiga bungkus kertas berwarna cokelat yang diduga berisi barang bukti.

Selanjutnya, polisi juga memasang garis polisi di pagar serta pintu masuk klinik kecantikan tersebut. Kasubnit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Robby Pasha, membenarkan bahwa barang bukti yang diamankan langsung dibawa ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, Robby enggan merinci jenis barang bukti apa saja yang telah diamankan dari lokasi kejadian.

Kematian Sutrimo sendiri terjadi pada hari Kamis (23/7) lalu. Ia pertama kali ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent. Korban kemudian dibawa menuju RS Muhammadiyah Taman Puring menggunakan sebuah ambulans. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi kondisi korban saat tiba di rumah sakit.

"Pihak rumah sakit menerangkan bahwa Sutrimo tiba dalam keadaan sudah meninggal dunia," ujar Budi dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Minggu (26/7). Pernyataan ini mengonfirmasi bahwa upaya medis di rumah sakit tidak dapat menyelamatkan nyawa korban. Kematian di luar dugaan di lokasi klinik kecantikan ini lantas memicu penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Penyelidikan kini memasuki tahap pengumpulan bukti dan keterangan. Kabid Humas Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa tim penyelidik sedang bekerja untuk mengumpulkan bahan keterangan. Beberapa pihak yang akan dilakukan klarifikasi antara lain pihak keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, serta saksi-saksi lain yang mengetahui peristiwa tersebut.

Selain keterangan saksi, polisi juga sedang mendalami beberapa aspek penting. Budi Hermanto merinci bahwa rekam medis korban, riwayat pemesanan ambulans, serta lokasi awal ditemukannya almarhum merupakan bagian dari materi yang sedang diusut. Informasi-informasi terkait lainnya juga tidak luput dari pemeriksaan tim penyelidik.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena adanya informasi yang menyebutkan bahwa korban merupakan kepala rumah tangga dari seorang tokoh hukum. Sutrimo disebut-sebut menjabat sebagai kepala rumah tangga mantan Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Hubungan ini tentu menambah kompleksitas dan perhatian publik terhadap kasus tersebut.

CNN Indonesia telah menghubungi Febri Diansyah, yang diketahui sebagai kuasa hukum dari Febrie Adriansyah, untuk mengonfirmasi informasi mengenai hubungan korban dengan kliennya. Hingga kini, konfirmasi resmi terkait hubungan tersebut belum diperoleh. Ketidakjelasan ini membuat publik semakin menanti perkembangan resmi dari pihak berwajib.

Olah TKP dan pengamanan barang bukti ke laboratorium forensik menandakan bahwa penyelidikan memasuki fase teknis. Hasil pemeriksaan dari Puslabfor nantinya akan menjadi dasar penting bagi penyidik untuk menyusun rangkaian peristiwa secara kronologis. Bukti-bukti fisik yang ada berpotensi menjawab berbagai pertanyaan seputar kronologi dan penyebab kematian Sutrimo.

Langkah selanjutnya yang paling dinantikan adalah hasil pemeriksaan labfor dan gelar perkara oleh penyidik. Hasil forensik akan menentukan apakah ditemukan unsur pidana dalam kematian korban ataukah tidak. Kepolisian dihadapkan pada tekanan untuk bisa menuntaskan penyelidikan ini secara transparan dan akuntabel mengingat adanya keterkaitan dengan publik figur hukum.

Kasus kematian di tempat usaha, seperti klinik kecantikan ini, selalu mengundang perhatian karena menyangkut keselamatan dan keamanan konsumen. Publik akan menanti apakah proses hukum berjalan secara adil tanpa pandang bulu, sebuah tolok ukur penting bagi penegakan hukum di Indonesia. Perkembangan kasus ini akan terus dipantau karena menyangkut isu keadilan dan transparansi.

Mengapa Ini Penting

Kasus ini menjadi penting karena bukan sekadar kematian biasa di tempat usaha. Adanya informasi keterkaitan korban dengan mantan pejabat tinggi Kejaksaan Agung meningkatkan ekspektasi publik terhadap transparansi dan profesionalisme proses penegakan hukum. Publik akan mengawali apakah polisi mampu menyelesaikan penyelidikan secara objektif tanpa tekanan, yang merupakan cerminan dari kualitas sistem peradilan pidana di Indonesia. Kasus ini juga menjadi pengingat bagi bisnis di sektor jasa kesehatan dan kecantikan tentang pentingnya protokol keamanan dan keselamatan prosedural.

Sumber Asli
CNN Indonesia Nasional
Tanggal
27 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit