Nasional

Prabowo: Semua Kendaraan di Indonesia Bertenaga Listrik

Ringkasan

  • Presiden Prabowo Subianto menegaskan seluruh moda transportasi di Indonesia akan beralih menggunakan tenaga listrik sebagai bagian dari pembangunan sistem energi hijau dan energi terbarukan.
  • Hal itu disampaikan saat meresmikan renovasi Stasiun Semarang Tawang.

Presiden Prabowo Subianto mencanangkan transformasi besar di sektor transportasi nasional dengan menargetkan seluruh moda, mulai dari kereta api, bus, truk, hingga kendaraan pribadi, beralih menggunakan tenaga listrik. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat meresmikan hasil renovasi tahap pertama Stasiun Semarang Tawang di Jawa Tengah, Kamis.

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa pembangunan energi nasional harus mengedepankan sumber-sumber terbarukan. "Kita akan bangun energi yang hijau. Energi yang terbarukan. Jangankan kereta api, nanti hampir semua kendaraan kita dari listrik, truk kita, bus kita, mobil kita, motor kita," ujarnya di hadapan para pejabat dan undangan.

Transisi ini bukan sekadar wacana. Pemerintah telah memiliki regulasi dan peta jalan untuk mengakselerasi adopsi kendaraan listrik, termasuk Perpres Nomor 55 Tahun 2019 serta berbagai insentif fiskal untuk kendaraan roda dua dan empat. Target jangka panjangnya adalah menekan emisi karbon hingga mencapai net zero pada 2060.

Meski demikian, Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Hingga kini, sebagian besar pembangkit listrik masih bergantung pada batu bara. Peralihan ke transportasi listrik harus diiringi dengan percepatan pembangunan pembangkit energi baru terbarukan (EBT). Presiden Prabowo menyatakan pihaknya akan membangun infrastruktur energi hijau secara masif.

Pernyataan ini menegaskan keberlanjutan kebijakan dari pemerintahan sebelumnya. Presiden Joko Widodo telah mencanangkan industri kendaraan listrik sebagai sektor andalan, dengan membangun ekosistem baterai terintegrasi, termasuk pabrik baterai di Karawang dan investasi dari produsen global seperti Hyundai dan LG.

Langkah tersebut berpotensi mengubah lanskap industri otomotif dan transportasi dalam negeri. Produsen mobil dan motor mulai beralih memproduksi kendaraan listrik. Merek seperti Hyundai, Wuling, dan DFSK sudah meluncurkan mobil listrik di Indonesia. Sementara di sektor roda dua, Gesits dan Volta siap memenuhi permintaan.

Namun, sejumlah tantangan masih membayangi. Infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU) masih terbatas di kota-kota besar. Harga kendaraan listrik juga relatif tinggi dibandingkan kendaraan konvensional, kendati pemerintah terus memberikan subsidi. Kesadaran masyarakat pun perlu ditingkatkan melalui sosialisasi dan edukasi.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menekankan pentingnya revitalisasi stasiun kereta api sebagai bagian dari transformasi nasional. Ia meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk terus merawat dan melestarikan stasiun-stasiun bersejarah agar menjadi daya tarik wisata. "Usaha KAI untuk revitalisasi ratusan stasiun sangat penting, jangan dianggap sepele," kata Presiden.

Prabowo menilai pelestarian bangunan cagar budaya seperti Stasiun Semarang Tawang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara. Ia meminta kebersihan dan estetika lingkungan stasiun terus dibenahi. "Kita ubah kesan. Indonesia harus lestari, indah, asri. Tidak boleh ada sampah liar, tidak boleh ada gedung yang tidak terawat," tegasnya.

Revitalisasi stasiun juga menjadi simbol transformasi di berbagai bidang. Dengan merawat infrastruktur publik bersejarah sekaligus memperkenalkannya pada generasi baru, pemerintah berharap kebijakan ini dapat memperkuat identitas bangsa dan mendukung sektor pariwisata.

Ke depan, langkah konkret yang diharapkan adalah percepatan pembangunan infrastruktur transportasi listrik, termasuk jalur kereta api listrik lintas kota dan pengadaan armada bus listrik untuk transportasi umum. KAI sendiri telah mengoperasikan beberapa kereta listrik untuk lintas komuter dan akan memperluas layanan ke rute lainnya.

Dengan komitmen Presiden yang tegas, Indonesia berada di persimpangan menuju era transportasi yang lebih bersih dan efisien. Dukungan dari pemerintah pusat dan daerah, pelaku industri, serta masyarakat menjadi kunci agar transisi ini berjalan lancar dan tepat sasaran.

Mengapa Ini Penting

Pernyataan Presiden Prabowo ini memberikan sinyal kuat bahwa kebijakan kendaraan listrik menjadi prioritas nasional. Bagi masyarakat, hal ini berarti adopsi EV akan semakin didorong melalui insentif dan infrastruktur. Namun, tanpa pengembangan energi terbarukan yang masif, transisi bisa terhambat karena listrik Indonesia masih bergantung pada batu bara. Di sisi lain, industrialisasi baterai dan EV harus dimanfaatkan untuk memperkuat rantai pasok domestik agar tidak hanya menjadi pasar. Revitalisasi stasiun juga menunjukkan bahwa transformasi transportasi tidak hanya teknologis, tetapi juga mencakup pelestarian sejarah dan pariwisata.

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
30 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit