Aktor asal New Zealand, Sam Neill, wafat pada usia 77 tahun di Sydney, Australia, pada hari Senin (14/7). Agennya, Philip Grenz, mengonfirmasi kepada The Associated Press pada Kamis (17/7) bahwa penyebab kematian adalah pneumonia. Klarifikasi ini datang setelah berita-berita yang dianggap tidak akurat dan mengandung kebohongan beredar di media.
Neill baru saja mengumumkan bebas kanker pada April lalu, setelah menjalani terapi CAR-T untuk mengobati angioimmunoblastic T-cell lymphoma — jenis limfoma non-Hodgkin yang langka — yang didiagnosis pada 2023. Terapi imunoterapi berbasis sel T ini berhasil membasmi kanker darahnya, namun tubuhnya kemudian terserang pneumonia yang mengakibatkan kematian.
Menurut Grenz, sebelum sakit, Neill justru sibuk menyelesaikan empat proyek film berturut-turut sepanjang tahun lalu. Keempat karya tersebut dijadwalkan rilis dalam bulan-bulan mendatang. Etos kerja yang tak kenal lelah itu menjadi cerminan dedikasi Neill pada profesi akting hingga akhir hayatnya.
Kabar duka ini memicu gelombang penghargaan dari rekan seperjuangan di industri film. Taika Waititi, sutradara Hunt for the Wilderpeople (2016) — salah satu film paling dicintai Neill di tanah airnya — menulis di Instagram: "Kamu sangat dikasihi dan akan sangat kami rindukan." Waititi juga memanggilnya "Nigel", nama lahir Neill yang diganti saat sekolah karena terlalu banyak teman sekelas bernama Nigel.
Steven Spielberg, yang mengarahkan Neill sebagai Dr. Alan Grant di Jurassic Park (1993), mengungkapkan rasa haru yang mendalam. "Saya sangat menikmati membuat semua film Jurassic bersamanya," ujar Spielberg dalam pernyataan resmi. "Bersama Laura Dern dan Jeff Goldblum, kami akan selalu menjadi keluarga Jurassic, dan Sam tidak akan terlupakan oleh kami maupun jutaan penggemar di seluruh dunia."
Neill lahir di Omagh, Irlandia Utara, 1947, dan pindah ke New Zealand saat berusia tujuh tahun. Ia menjadi bagian dari gelombang bintang film Australia dan New Zealand yang meledak ke panggung internasional sejak akhir 1970-an. Di tanah airnya, Neill dikenang bukan sebagai bintang Hollywood yang sombong, melainkan pribadi ramah, sederhana, yang menjauhi kejayaan dan aktif berkontribusi pada proyek komunitas di sekitar rumahnya.
Di samping akting, Neill juga dikenal sebagai pengusaha anggur. Di bawah merek Two Paddocks, ia memproduksi pinot noir dan riesling dari kebun anggurnya di wilayah Central Otago, Pulau Selatan New Zealand. Bisnis ini menjadi salah satu pasiunnya di luar layar kaca, menunjukkan sisi lain dari kreativitas dan ketelitiannya.
Kematian Neill meninggalkan empat anak dan delapan cucu. Keluarga akan menggelar pemakaman pribadi di peternakannya di New Zealand pada tanggal yang belum ditentukan, sesuai keinginan Neill yang sangat menghargai privasi dan tidak suka keributan.
Terapi CAR-T yang pernah menyelamatkan Neill dari limfoma kini menjadi sorotan baru bagi publik. Meskipun berhasil mengobati kanker darah, kasus Neill mengingatkan bahwa pasien pasca-terapi imunoterapi tetap rentan terhadap infeksi serius seperti pneumonia. Hal ini relevan bagi Indonesia, di mana akses terapi CAR-T masih sangat terbatas dan mahal — baru tersedia di beberapa rumah sakit rujukan besar dengan biaya puluhan juta hingga miliaran rupiah per pasien.
Di Indonesia, kanker limfoma masuk 10 kanker terbanyak dengan angka kejadian yang terus meningkat. Data Globocan 2022 mencatat sekitar 5.000 kasus baru limfoma non-Hodgkin per tahun. Meskipun terapi standar seperti kemoterapi dan rituksimab sudah terjangkau via BPJS Kesehatan, terapi lanjutan seperti CAR-T belum masuk jaminan nasional. Kasus Neill menekankan perlunya penguatan fasilitas onkologi dan kebijakan akses terapi canggih yang lebih inklusif.
Warisan Neill melampaui film-film blockbuster. Ia meninggalkan jejak sebagai seniman yang tulus, petani anggur yang tekun, dan warga negara yang peduli pada lingkungannya. Bagi para penggemar di Indonesia, kenangan Dr. Alan Grant yang tenang menghadapi dinosaurus akan tetap hidup — sebagaimana Spielberg ucapkan, "Sam tidak akan terlupakan."