Internasional

Sandara Park Jalin Kemitraan dengan Power Entertainment Singapura

Ringkasan

  • Sandara Park bermitra dengan Power Entertainment Singapura untuk proyek Asia Tenggara, menjanjikan pengalaman musik yang disesuaikan budaya lokal dan interaksi dekat penggemar.

Penyanyi K-pop veteran Sandara Park mengumumkan kemitraan strategis dengan perusahaan hiburan Singapura, Power Entertainment, untuk mengembangkan proyek lintas Asia Tenggara. Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers pada Kamis (16/7), di mana Park menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut akan mencakup berbagai inisiatif mulai dari konser hingga produksi musik yang disesuaikan dengan budaya lokal.

Park, yang pernah menjadi idola di Filipina sebelum sukses besar bersama grup ikonik 2NE1, menyatakan bahwa keputusan bermitra dengan Power Entertainment didorong oleh keinginan untuk lebih dekat dengan penggemar di wilayah ini. Ia pertama kali bertemu David Yong, pendiri Power Entertainment, di festival musik Waterbomb Singapura 2024. "Sejak saat itu, saya selalu menantikan pertunjukan hebat seperti itu," kata Park, yang memilih berbicara dalam bahasa Korea di konferensi pers untuk “mengungkapkan lebih banyak”.

Kemitraan ini tidak hanya terbatas pada Power Entertainment. Park juga berencana bekerja sama dengan tiga mitra lain di masa depan untuk wilayah berbeda, dengan tujuan utama lokalisasi. "Bersama mitra-mitra ini, saya berharap dapat mencapai lokalisasi, mendekatkan diri dengan penggemar lokal, dan memberikan pengalaman yang lebih baik," ujarnya. Park ingin setiap pertunjukan atau konten yang ia hadirkan mencerminkan budaya dan karakteristik masing-masing negara, bukan pengalaman seragam bagi semua penggemar.

Pengalaman bicultural Park—lahir di Korea tetapi besar di Filipina—menjadi aset utama dalam visinya. "Di Korea, saya formal; di Filipina, saya komedian. Budayanya berbeda," kata penyanyi yang baru saja merilis single "Reprism" ini. Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan berbagai bahasa, budaya, dan orang-orang adalah bagian dari identitasnya.

Park juga mengungkapkan bahwa saat ini ia lebih fokus pada produksi album sendiri, sebuah tantangan yang sangat ia nikmati secara kreatif. "Lagu-lagu sebelumnya terasa seperti cerita orang lain. Kali ini, saya aktif terlibat," katanya. Perubahan ini juga mencerminkan evolusi definisi kesuksesan baginya. "Dulu peringkat lagu adalah ukuran utama. Sekarang, menjadi aktif dan terus menantang diri sendiri adalah hal berharga," tutur Park.

David Yong, yang dikenal setelah muncul di acara Netflix "Super Rich In Korea", mengatakan Power Entertainment akan bekerja sama dengan agensi Park, Aradnas, untuk memperluas jaringan di Asia Tenggara dan memberikan lebih banyak peluang bagi Sandara. Salah satu acara awal adalah sesi meet-and-greet di Orchard Central pada Jumat (17/7), yang menawarkan kesempatan bagi penggemar untuk berinteraksi langsung dengan Park.

Dari perspektif Indonesia, kemitraan ini mendapat perhatian besar. Pasar K-pop Indonesia, yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia, mungkin akan merasakan dampaknya. Perusahaan hiburan lokal seperti Universal Music Indonesia, Sony Music, dan label independen mulai melirik model kemitraan lintas batas untuk membawa artis Indonesia ke panggung regional. Penggemar K-pop Indonesia berharap kolaborasi ini akan membuka jalan bagi artis Asia Tenggara lainnya untuk mendapatkan eksposur global yang lebih luas.

Selain itu, kemitraan ini menunjukkan pergeseran industri dari konser masal ke pengalaman yang lebih personal dan disesuaikan budaya. Di Indonesia, tren serupa sudah mulai terlihat dengan konser-konser yang menampilkan elemen lokal, seperti kolaborasi antara artis Korea dan musisi tradisional Indonesia. Langkah Park dapat memicu minat lebih besar terhadap pendekatan serupa di pasar domestik.

Ke depan, kolaborasi antara Power Entertainment dan mitra-mitra Park diharapkan akan menghasilkan proyek-proyek inovatif yang menggabungkan elemen budaya lokal dengan produksi berkualitas tinggi khas K-pop. Hal ini tidak hanya akan memperkaya industri musik Asia Tenggara, tetapi juga memberikan peluang baru bagi talenta lokal untuk bersinar di tingkat internasional.

Dalam kesimpulannya, kemitraan ini menandai babak baru dalam karier Sandara Park, di mana ia tidak hanya sebagai penyanyi tetapi juga sebagai jembatan budaya antara Korea, Filipina, dan seluruh Asia Tenggara. Bagi penggemar di Indonesia dan negara-negara tetangga, ini adalah pertanda bahwa musik akan menjadi lebih beragam, inklusif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.

"Saya sangat senang dengan apa yang akan datang. Saya ingin menciptakan pengalaman yang membuat penggemar merasa terhubung secara emosional," tutup Park, menegaskan komitmennya untuk membawa musik yang lebih bermakna ke seluruh wilayah.

Mengapa Ini Penting

Kemitraan ini menunjukkan tren baru dalam industri hiburan Asia Tenggara, di mana artis global seperti Sandara Park memilih untuk berkolaborasi dengan mitra lokal yang memahami dinamika penggemar. Bagi Indonesia, yang memiliki basis penggemar K-pop terbesar di dunia, langkah ini dapat membuka peluang bagi artis lokal untuk go-regional melalui model kemitraan serupa. Selain itu, fokus pada lokalisasi budaya dapat menginspirasi industri musik Indonesia untuk menciptakan konten yang lebih relevan dan kompetitif di pasar internasional, sekaligus memperkaya keragaman musik yang dinikmati masyarakat.

Sumber Asli
Channel NewsAsia
Tanggal
16 Juli 2026
Waktu Baca
5 menit