Pemerintah memastikan siaran Piala Dunia 2026 dapat dinikmati gratis oleh seluruh rakyat Indonesia melalui TVRI. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid membuka langsung acara nonton bareng final di Medan, Senin, dan menegaskan bahwa momen ini menghadirkan kebersamaan di tengah masyarakat.
Kementerian Komunikasi dan Digital menggelar nobar di 60 titik yang tersebar di berbagai daerah, seperti Medan, Bali, Solo, Bukittinggi, dan Serang. Acara ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga upaya menciptakan ruang publik yang sehat dan penuh kegembiraan. "Momen ini mempertemukan masyarakat dalam ruang publik yang sehat, penuh kegembiraan, dan memperkuat kebersamaan," kata Meutya dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta.
Kembalinya TVRI sebagai penyiar resmi Piala Dunia menjadi sorotan tersendiri. Terakhir kali televisi publik itu menjadi official broadcaster adalah 24 tahun lalu. Meutya memberikan apresiasi kepada TVRI yang kembali dipercaya menyiarkan turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. "Untuk teman-teman TVRI, ini sejarah. Karena terakhir TVRI menjadi official broadcaster itu 24 tahun lalu. Jadi setelah 24 tahun, baru kali ini kembali ke titik kebanggaan kita TVRI," ujarnya.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah menjelaskan, biasanya siaran Piala Dunia hanya bisa diakses oleh pemirsa berbayar. "Biasanya nonton Piala Dunia itu bayar, karena TV swasta yang membayar hak siarnya," kata Edwin. Namun, tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran khusus agar TVRI dapat membeli hak siar dan menyiarkannya secara gratis. "Alhamdulillah tahun ini pemerintah melalui TVRI yang mengeluarkan anggarannya agar seluruh rakyat Indonesia bisa menikmati Piala Dunia tanpa harus bayar lagi, tanpa harus sewa dekoder dan lain-lainnya," imbuhnya.
Langkah ini merupakan terobosan yang patut diapresiasi. Sebelumnya, untuk menonton Piala Dunia, masyarakat harus berlangganan televisi berbayar atau platform streaming yang membutuhkan biaya. Akibatnya, tidak semua lapisan masyarakat bisa menikmati pertandingan secara langsung. Kini, dengan siaran gratis di TVRI, akses terhadap tontonan kelas dunia menjadi lebih merata dan inklusif.
Kebijakan ini juga memperkuat peran TVRI sebagai televisi publik yang melayani seluruh masyarakat Indonesia. Di tengah dominasi televisi swasta dan platform digital berbayar, TVRI kembali hadir sebagai pilihan utama bagi yang ingin menikmati hiburan tanpa biaya tambahan. Ke depannya, diharapkan TVRI terus meningkatkan kualitas siaran agar dapat bersaing dan menjadi tuan rumah penyiaran event-event besar.
Kegiatan nonton bareng yang digagas Komdigi tidak hanya berlangsung di Medan. Di Bali, misalnya, masyarakat antusias mengikuti acara serupa. Hal ini menunjukkan bahwa sepak bola mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Meutya berharap melalui momen seperti ini, semangat kebersamaan semakin kuat.
Sementara itu, dari sisi industri penyiaran, langkah pemerintah mengambil alih hak siar Piala Dunia juga bisa menjadi preseden bagi turnamen-turnamen olahraga global lainnya. Jika sukses, bukan tidak mungkin event seperti Olimpiade atau Piala Eropa juga bisa dinikmati secara gratis oleh masyarakat Indonesia. Tentu saja, hal ini membutuhkan anggaran dan komitmen yang tidak kecil.
Namun, tantangan tetap ada. TVRI perlu memastikan infrastruktur penyiaran menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Jangan sampai siaran gratis ini hanya nikmat di kota-kota besar, sementara di daerah terpencil sinyal belum memadai. Pemerataan teknologi digital menjadi kunci keberhasilan kebijakan ini.
Menkomdigi juga menyampaikan harapan agar Indonesia tidak hanya menjadi penyiar, tetapi juga bisa terlibat lebih dalam dalam ekosistem Piala Dunia. "Kami berharap Indonesia bisa kembali menjadi penyiar resmi Piala Dunia di masa mendatang," kata Meutya. Pernyataan ini membuka peluang bagi stasiun televisi nasional untuk terus berpartisipasi dalam ajang olahraga dunia.
Untuk tahun ini, masyarakat Indonesia bisa menikmati seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 tanpa biaya. Tinggal menyalakan televisi dan memilih channel TVRI, semua pertandingan bisa disaksikan secara langsung. Ini adalah hadiah manis bagi para pencinta sepak bola tanah air.