Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, serta Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum akan menyaksikan langsung laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina. Pertandingan berlangsung di Stadion New York, AS, pada Senin 20 Juli pukul 02.00 WIB.
Kehadiran tiga kepala pemerintahan negara tuan rumah bersama ini menjadi catatan tersendiri dalam sejarah turnamen. Untuk pertama kalinya, Piala Dunia digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Momen final pun dijadikan ajang simbolis persatuan politik meski hubungan antarnegara sempat tegang dalam isu lain.
Sheinbaum memastikan kehadirannya setelah menerima undangan langsung dari Trump. Ia menyatakan keputusan itu diambil karena undangan tersebut datang dari presiden AS secara pribadi, bukan sekadar protokol federasi sepak bola. Perdana Menteri Kanada Mark Carney juga dikonfirmasi akan berada di stadion yang sama.
Sebelum final, Sheinbaum tercatat absen dari 13 pertandingan yang digelar di Meksiko. Langkah itu ia ambil sebagai protes terhadap mahalnya harga tiket yang dinilai memberatkan warga negara sendiri. Kendati demikian, presiden perempuan pertama Meksiko itu tetap mendukung timnas El Tri dengan mengikuti nonton bareng suporter pada babak 16 besar.
Carney sendiri sudah lebih dulu menunjukkan dukungan langsung kepada timnas Kanada. Ia hadir saat Kanada menekuk Qatar 6-0 di Stadion BC Place, Vancouver, pada 19 Juni lalu. Kehadiran pemimpin negara di stadion menjadi bagian dari upaya memperkuat image tuan rumah yang ramah bagi penggemar global.
FIFA memastikan Trump akan terlibat dalam seremoni penyerahan trofi juara usai laga usai. Ia akan mendampingi Presiden FIFA Gianni Infantino menyerahkan piala kepada pemenang. Pada final Piala Dunia Antarklub 2025, Trump juga melakukan hal serupa ketika Chelsea menjadi juara.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, even berskala global yang melibatkan kepala negara secara langsung menunjukkan betapa besarnya nilai strategis olahraga sebagai diplomasi. Di Tanah Air, presiden atau pejabat tinggi kerap hadir dalam pembukaan atau final turnamen nasional, namun jarang menyentuh aspek harga tiket seperti yang dilakukan Sheinbaum.
Industri sepak bola Tanah Air masih bergulat dengan tata kelola tiket dan akses suporter. Protes serupa pernah muncul saat laga timnas di level SEA Games atau kualifikasi Piala Dunia, ketika harga tiket dianggap tidak proporsional dengan daya beli masyarakat. Keberanian Sheinbaum memboikot laga di negaranya sendiri bisa menjadi rujukan kritis bagi pejabat Indonesia.
“Saya menerima undangan dari Presiden Trump untuk menghadiri pertandingan final Piala Dunia pada hari Minggu,” kata Sheinbaum mengutip pernyataan yang dipublikasikan Sports Illustrated. “Saya memutuskan untuk hadir karena ini adalah undangan langsung dari Presiden Amerika Serikat. Perdana Menteri Carney juga akan hadir di sana,” lanjutnya.
Final Spanyol kontra Argentina menjadi laga pertama di Piala Dunia 2026 yang dihadiri Trump dan Sheinbaum secara bersamaan. Pertemuan di stadion tersebut berpotensi memengaruhi dinamika hubungan tiga negara tuan rumah pascaturnamen, terutama terkait kerja sama infrastruktur dan pariwisata olahraga.
Ke depan, model tuan rumah bersama seperti Piala Dunia 2026 diprediksi makin lazim mengingat biaya penyelenggaraan yang membengkak. Kolaborasi lintas negara memberi efisiensi, namun butuh koordinasi politik yang matang agar insiden harga tiket atau protes kepala negara tak terulang. Indonesia yang menatap peluang jadi tuan rumah masa depan dapat belajar dari pola ini.
Pengamat olahraga menilai kehadiran pemimpin negara di final bukan sekadar seremoni. Hal itu menambah daya tarik siaran global dan menaikkan nilai komersial kompetisi. Bagi penyelenggara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, ini sinyal bahwa aspek politis dan sosial dalam turnamen tak boleh diabaikan.