Internasional

US Mint Cetak Koin 1 Dolar Bergambar Wajah Trump

Ringkasan

  • US Mint mulai cetak koin 1 dolar bergambar Trump untuk peringatan 250 tahun AS di Philadelphia.

US Mint akan memproduksi koin pecahan 1 dolar Amerika Serikat yang memuat wajah Presiden Donald Trump di sisi depan. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan hal tersebut pada Rabu (15/7) sebagai bagian dari peringatan 250 tahun kemerdekaan negara itu. Koin tersebut saat ini sudah mulai dicetak di fasilitas percetakan Philadelphia.

Desain koin edisi khusus itu mencantumkan tulisan "Liberty", "In God We Trust", serta angka "1776-2026" di bagian muka. Sisi belakangnya memuat gambar elang botak yang diambil dari lambang kepresidenan Amerika Serikat. Rencana ini merupakan revisian dari draft yang sempat dipublikasikan pada Oktober tahun lalu.

Pada draf awal, sisi belakang koin justru menampilkan citra Trump dengan tangan terkepal terangkat, dikelilingi kata "fight, fight, fight". Pose tersebut merupakan rujukan atas upaya pembunuhan terhadap Trump yang terjadi pada 2024. Desain itu kemudian diubah sebelum masuk tahap produksi.

Trump menyambut rencana tersebut dengan rasa hormat. Dalam wawancara bersama Fox Business, ia mengaku merasa terhormat mendapatkan koin bergambar dirinya. "Mereka memberi saya koin. Ini sangat tidak biasa sejauh yang saya pahami," ujar Trump.

Kebijakan ini memicu perdebatan hukum di dalam negeri. Undang-undang AS tahun 1866 melarang penampilan wajah orang hidup pada mata uang kertas yang diterbitkan oleh Bureau of Engraving and Printing. Namun aturan tersebut tidak mencakup koin yang menjadi wewenang US Mint.

Kongres pada 2020 mengesahkan undang-undang yang memberi otoritas kepada Menteri Keuangan untuk mencetak koin 1 dolar dalam rangka peringatan 250 tahun AS. Akan tetapi, beleid itu melarang desain yang memuat wajah orang yang masih hidup. Bessent berdalil bahwa aturan tersebut dapat ditafsirkan berbeda dengan merujuk preseden masa lalu.

Bessent mencontohkan peringatan 150 tahun kemerdekaan AS, ketika Presiden Calvin Coolidge ditempatkan pada sebuah koin. "Jadi kita bisa menempatkan gambar orang hidup pada koin," kata Bessent dalam wawancara Fox News yang tayang Selasa. Departemen Keuangan menegaskan produksi koin berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Bagi pembaca Indonesia, isu ini menarik karena menunjukkan batas antara simbol negara dan figur politik yang masih menjabat. Di Indonesia, Undang-Undang Mata Uang melarang pencantuman gambar presiden yang sedang menjabat pada uang rupiah, kecuali dalam bentuk khusus seperti koin peringatan yang izinnya sangat terbatas. Bank Indonesia selama ini konsisten menampilkan tokoh nasional yang telah wafat.

Dampaknya terhadap masyarakat luas relatif simbolis, namun berpotensi memengaruhi sentimen pasar koleksi koin di luar negeri. Kolektor di Indonesia yang mengimpor koin AS diprediksi akan menyambut edisi ini sebagai barang bernilai sejarah sekaligus kontroversial. Hal serupa pernah terjadi pada koin peringatan figur politik di beberapa negara yang harganya melonjak di pasar sekunder.

Langkah AS mencetak koin bergambar presiden aktif juga memicu pertanyaan soal independensi lembaga keuangan negara. Meski US Mint berada di bawah Departemen Keuangan, tradisi moneter AS selama ini menjaga jarak dari afiliasi politik langsung. Penggunaan wajah Trump dianggap mengubah norma tersebut di tengah polarisasi politik yang tinggi.

Ke depan, koin tersebut akan diedarkan sebagai bagian dari program commemoration tanpa penarikan uang lama dari sirkulasi. Bessent dan Trump diperkirakan akan terus mempromosikan simbol ini menjelang peringatan 250 tahun pada 2026. Tren penandaan sejarah lewat mata uang bergambar pemimpin hidup berisiko memicu tindakan serupa di negara lain.

Produksi di Philadelphia menandai babak baru dalam sejarah numismatik AS yang memadukan perayaan nasional dengan citra kekuasaan kontemporer. Pengamat akan memantau apakah langkah ini berujung pada uji materi di pengadilan atau hanya menjadi preseden administratif yang tak terbantahkan.

Mengapa Ini Penting

Bagi Indonesia, kebijakan ini jadi cermin tentang batas etis pencitraan pemimpin aktif pada alat pembayaran yang diatur ketat oleh BI. Masyarakat lokal perlu memahami bahwa norma moneter di AS berbeda dan bisa memengaruhi harga koin koleksi impor. Tren politikasi simbol negara lewat uang berisiko menggeser netralitas institusi keuangan jika diadopsi secara global. Berita ini juga relevan bagi kolektor rupiah yang kerap membandingkan kebijakan emisi khusus antarnegara.

Sumber Asli
Channel NewsAsia
Tanggal
15 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit