Nasional

Veda Ega Tak Fokus Rookie of the Year, Pilih Kumpulkan Poin

Ringkasan

  • Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama memilih untuk tidak membebani pikirannya dengan target gelar rookie of the year Moto3 2026.
  • Ia lebih memilih fokus pada konsistensi dan perolehan poin di setiap seri balapan.

Jakarta – Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama memilih untuk tidak membebani pikirannya dengan target gelar rookie of the year Moto3 2026. Ia lebih memilih fokus pada konsistensi dan perolehan poin di setiap seri balapan.

Penampilan impresif Veda sepanjang pertengahan musim ini membuatnya menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar balap motor tanah air. Beberapa kali ia tampil mengejutkan di berbagai balapan dan bersaing di barisan depan. Namun, Veda enggan terbawa euforia.

"Awalnya enggak ada target untuk jadi rookie of the year, cuma ngoleksi poin doang. Tapi sekarang ada yang kompetitif banget. Enggak punya ekspektasi (sejauh ini) sih," kata Veda kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Meskipun tidak menjadikan rookie of the year sebagai target utama, namanya tetap masuk dalam kandidat kuat bersama pembalap debutan lainnya seperti Brian Uriarte dan Hakim Danish. Uriarte saat ini duduk di posisi kelima klasemen dengan 72 poin dan memimpin perburuan gelar tersebut. Veda sendiri berada di peringkat keenam dengan 71 poin, hanya selisih satu angka.

"Ya enggak ada yang enggak mungkin. Tapi ya memang rookie tahun ini hampir semua kuat-kuat. Seperti Bryan yang kemarin menang dan Hakim yang sempat menang. Tapi saya enggak mau fokus buat mendapatkan gelar Rookie of The Year," imbuh pembalap asal Gunung Kidul tersebut.

Dengan sisa musim yang masih panjang, peluang Veda untuk menggeser posisi Uriarte masih terbuka lebar. Namun, menurutnya, yang terpenting adalah tetap berada di jalur yang benar dengan mengumpulkan poin di setiap kesempatan.

"Tujuan utama musim ini adalah tampil sekompetitif mungkin dan meraup pundi-pundi poin di setiap seri balapan," tegas Veda.

Pendekatan ini menunjukkan kedewasaan Veda dalam menghadapi persaingan di level internasional. Ia tidak ingin terjebak dalam target yang bisa mengganggu konsentrasinya. Fokus pada proses dianggap lebih berkelanjutan dibanding mengejar hasil instan.

Bagi Indonesia, Veda merupakan representasi kebangkitan prestasi balap motor di kancah global. Setelah sekian lama minim wakil, kehadirannya di papan atas Moto3 memberikan harapan baru. Apalagi, ia masih memiliki banyak waktu untuk berkembang di ajang dunia.

Veda pun telah menyusun rencana persiapan menuju paruh kedua musim, termasuk menjalani sesi tes di Sirkuit Mandalika. Tes tersebut menjadi bagian vital untuk mematangkan diri sebelum tampil di Moto3 Indonesia pada Oktober mendatang. Sirkuit Mandalika akan menjadi rumah bagi Veda untuk berlaga di depan publik sendiri.

"Saya akan fokus latihan peningkatan fisik dan menjalani sesi tes di Sirkuit Mandalika. Ini penting untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin," ujarnya.

Melihat tren positif yang ditunjukkan, Veda berpotensi menjadi penerus jejak pembalap Indonesia yang mampu bersaing di level tertinggi. Dengan mentalitas realistis dan kerja keras, bukan mustahil ia akan menembus batas yang selama ini dianggap sulit oleh pembalap tanah air.

Konsistensi Veda dalam mengoleksi poin juga membuatnya dipandang sebagai ancaman serius bagi para rival di kelas Moto3. Para pengamat menilai, jika ia mampu mempertahankan performa, bukan tidak mungkin posisi di papan atas akan semakin kokoh.

Moto3 Indonesia di Mandalika menjadi momen yang ditunggu. Veda bertekad memberikan penampilan terbaiknya di hadapan para pendukungnya sendiri. Dengan segala persiapan yang dilakukan, ia optimistis mampu bersaing dan memperkuat posisinya di klasemen.

Mengapa Ini Penting

Veda Ega Pratama memilih untuk tidak terobsesi dengan gelar rookie of the year. Pendekatan ini mencerminkan kematangan mental yang jarang dimiliki atlet muda. Keberhasilannya bersaing di papan atas Moto3 menjadi inspirasi bagi generasi pembalap Indonesia. Dengan fokus pada konsistensi, Veda membuka peluang karier yang lebih panjang di ajang balap dunia. Kesuksesannya juga menjadi modal promosi Sirkuit Mandalika sebagai tuan rumah balapan internasional.

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
14 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit