Nasional

Wahana Rumah Hantu Ditutup Usai Pengunjung Meninggal di Tulungagung

Ringkasan

  • Seorang perempuan berusia 39 tahun meninggal dunia sesaat setelah keluar dari wahana rumah hantu di Apollo Supermall Tulungagung pada Rabu (29/7).
  • Korban diduga mengalami kejadian fatal terkait riwayat hipertensi dan kondisi jantungnya.

Kecelakaan maut di wahana hiburan kembali terjadi di Indonesia. Seorang pengunjung rumah hantu di Apollo Supermall, Tulungagung, Jawa Timur, meninggal dunia sesaat setelah keluar dari wahana pada Rabu (29/7) sekitar pukul 14.30 WIB. Kini, wahana tersebut ditutup sementara oleh pihak kepolisian untuk proses penyelidikan.

Korban berinisial BNW (39), warga Desa Beji, Kecamatan Boyolangu. Berdasarkan keterangan Kasihumas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto, korban masuk ke dalam wahana bersama rombongan pengunjung lainnya. Selang sekitar lima menit, korban keluar dari wahana dalam keadaan berlari karena ketakutan.

Setelah keluar, korban sempat duduk sesaat di kursi yang berada di dekat pintu keluar. Namun saat hendak berdiri, korban tiba-tiba terjatuh. Dugaan sementara, kepalanya membentur kursi saat terjatuh. Petugas yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama, tetapi nyawa korban tidak bisa terselamatkan.

Dari hasil visum luar yang dilakukan oleh tim medis, ditemukan luka pada pelipis kiri korban serta gigi yang patah. Luka-luka ini konsisten dengan akibat benturan saat terjatuh. Polisi menyatakan tidak menemukan adanya kejanggalan atau tanda-tanda kekerasan pada kematian korban.

Faktor kesehatan korban menjadi kunci utama dalam kasus ini. Dari keterangan yang diperoleh dari pihak keluarga, BNW memiliki riwayat penyakit hipertensi. Sang ibu kandung membenarkan bahwa tekanan darah anaknya sempat tinggi saat menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum menunaikan ibadah haji.

Kondisi kesehatan korban ternyata sudah mengkhawatirkan sejak di Tanah Suci. Beberapa kali korban dilaporkan mengalami pingsan dengan durasi yang cukup lama. Setelah pulang ke Indonesia, korban juga disebut kerap mengeluhkan rasa jantung berdebar saat mendengar suara keras, seperti suara knalpot kendaraan atau mesin motor yang digas.

Kapolsek Tulungagung Kota, Kompol Puji Hartanto, memastikan wahana rumah hantu di Apollo Supermall masih ditutup sementara untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Polisi masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi serta memeriksa kondisi fisik wahana dan prosedur operasionalnya.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden di wahana hiburan yang berujung fatal di Indonesia. Beberapa tahun lalu, insiden serupa juga pernah terjadi di beberapa taman bermain. Kejadian ini mempertanyakan kesiapan pengelola wahana dalam mengantisipasi risiko pada pengunjung dengan kondisi kesehatan tertentu.

Dari sudut pandang kesehatan masyarakat, pakar kardiologi sering memperingatkan bahwa aktivitas dengan rangsangan emosional tinggi seperti wahana rumah hantu dapat memicu pelepasan hormon stres, adrenalin, yang dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah secara signifikan. Bagi penderita hipertensi atau penyakit jantung, risiko ini menjadi sangat nyata.

Pengelola wahana hiburan di Indonesia umumnya menyertakan peringatan tertulis bagi pengunjung dengan kondisi kesehatan tertentu untuk tidak mencoba wahana tertentu. Namun, penerapan protokol ini di lapangan kerap longgar dan tidak disertai dengan verifikasi kesehatan yang ketat sebelum pengunjung masuk.

Ke depannya, kejadian ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Pengelola wahana perlu memperketat prosedur screening kesehatan pengunjung. Masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak menilai kesiapan kondisi fisik dan kesehatan sebelum mencoba wahana yang menguras adrenalin.

Kasus ini juga menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan medis di area wisata atau hiburan yang padat pengunjung. Keberadaan tenaga medis terlatih dan akses yang cepat ke fasilitas kesehatan menjadi faktor kritis yang bisa menentukan hidup atau mati dalam situasi darurat.

Mengapa Ini Penting

Berita ini bukan sekadar kecelakaan tunggal, melainkan cerminan dari dua isu krusial di masyarakat Indonesia: pertama, rendahnya kewaspadaan terhadap risiko kesehatan saat mengunjungi wahana hiburan ekstrem, dan kedua, potensi lemahnya protokol keamanan di wahana hiburan. Bagi jutaan penderita hipertensi di Indonesia — yang merupakan salah satu negara dengan prevalensi hipertensi tertinggi di Asia Tenggara — kasus ini menjadi peringatan keras. Selain itu, tekanan bagi pengelola mal dan taman hiburan untuk menerapkan standar keselamatan yang lebih ketat, termasuk pemeriksaan kesehatan pra-wahana, akan meningkat pasca-kejadian ini.

Sumber Asli
CNN Indonesia Nasional
Tanggal
31 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit