Nasional

Wakil Panglima TNI Motivasi Calon Manajer Koperasi Merah Putih

Ringkasan

  • Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memotivasi calon manajer Koperasi Merah Putih di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (16/7), menekankan nasionalisme dan mentalitas kuat untuk melayani masyarakat di daerah terpencil.

Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Panglima TNI, menyampaikan motivasi kepada calon manajer Koperasi Merah Putih di Hanggar Skadron 2 Wing Udara I Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (16/7). Dalam sesi yang dihadiri peserta Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), ia menekankan bahwa jiwa nasionalisme dan mentalitas tangguh menjadi modal utama bagi mereka yang akan mengabdi di daerah terpencil.

Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari program pemerintah untuk memberdayakan masyarakat pedesaan melalui koperasi. Unit-unit ini tersebar di berbagai pelosok negeri dan diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Para manajer yang terpilih akan menjadi ujung tombak dalam menjalankan program koperasi, langsung berinteraksi dengan warga di wilayah yang sulit dijangkau.

Berdasarkan siaran pers resmi, motivasi tersebut diberikan kepada sekitar 30 ribu calon manajer yang sedang mengikuti pelatihan. Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) sebelumnya telah melatih 29.830 calon manajer KDKMP dalam program sertifikasi. Pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan kader yang kompeten dan siap ditempatkan di berbagai desa dan kampung nelayan.

"Patriot yang bagus, Nasional yang bagus harus berani jatuh bangun. Jadi begitu dihantam sana sini jangan mundur. Kondisi ini yang harus kita hadapi bareng-bareng," kata Tandyo. Ia menambahkan, "Selamat berkarya, tumbuhkan jiwa patriotisme untuk membela kepentingan nasional kita. Laksanakan tugas anda dengan penuh professional."

Manajer Koperasi Merah Putih tidak hanya bertindak sebagai pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai pengambil keputusan yang menentukan keberhasilan program koperasi dalam meningkatkan perekonomian pedesaan. Kemampuan mereka dalam mengelola keuangan, pemasaran produk, dan membangun jaringan akan sangat berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat.

Kemenkop juga mengingatkan agar pelatihan tersebut benar-benar fokus pada pengembangan kompetensi, bukan sekadar seremonial. Ombudsman meminta agar materi pelatihan dirancang untuk menghasilkan manajer yang mampu bersaing dan memberikan dampak nyata. Hal ini sejalan dengan rencana penempatan para calon manajer KDKMP yang akan dimulai pada Agustus 2026.

Program ini dianggap sebagai langkah strategis dalam mewujudkan pemerataan ekonomi di Indonesia. Dengan adanya koperasi yang dikelola profesional di tingkat desa, diharapkan dapat mengurangi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Model serupa telah terbukti berhasil di beberapa daerah, seperti koperasi simpan pinjam di Jawa Tengah dan koperasi nelayan di Sulawesi Selatan.

Ke depan, pemerintah berencana untuk memperluas jaringan Koperasi Merah Putih ke lebih banyak kecamatan, terutama di wilayah timur Indonesia. Hal ini juga akan diikuti dengan pendampingan intensif bagi para manajer agar mereka mampu mengembangkan usaha anggota dan mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan formal.

Partisipasi TNI dalam pelatihan ini mencerminkan sinergi antara militer dan sipil dalam membangun ketahanan nasional. Melalui motivasi dan pembekalan yang diberikan, diharapkan para manajer dapat mempertahankan semangat patriotik sekaligus profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.

Pada akhirnya, keberhasilan Koperasi Merah Putih akan diukur dari kemampuan mereka meningkatkan income per kapita masyarakat pedesaan, mengurangi pengangguran, dan memperkuat ketahanan pangan lokal. Semua pihak berharap program ini tidak hanya menjadi proyek sesaat, melainkan transformasi berkelanjutan bagi perekonomian Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Motivasi dari TNI kepada calon manajer koperasi mencerminkan komitmen negara dalam memperkuat ekonomi pedesaan melalui sumber daya manusia yang berintegritas dan berjiwa patriot. Program ini berpotensi mengurangi kesenjangan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja di daerah terpencil, yang merupakan tantangan utama pembangunan Indonesia. Keberhasilan pelatihan ini juga akan menjadi ukuran efektivitas sinergi antarlembaga pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan.

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
17 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit