Nasional

WIKA Bangun Gedung CMU RSUP Sardjito Perkuat Layanan Kesehatan

Ringkasan

  • PT Wijaya Karya (WIKA) memulai pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) 13 lantai di RSUP Dr.
  • Sardjito, Yogyakarta, untuk memperluas kapasitas layanan medis spesialistik nasional.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dikenal sebagai WIKA, resmi menggelar groundbreaking pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) di kompleks Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Yogyakarta. Proyek ini dirancang untuk menambah 13 lantai utama serta dua lantai basement yang akan menampung fasilitas medis spesialistik, pendidikan tenaga kesehatan, dan penelitian.

Korporat Sekretaris WIKA, Ngatemin, menegaskan bahwa kehadiran gedung ini merupakan wujud komitmen BUMN dalam menyediakan infrastruktur kesehatan modern, aman, dan berkelanjutan. Ia berharap fasilitas baru mampu meningkatkan kapasitas serta kualitas pelayanan RSUP Sardjito sekaligus memperluas akses masyarakat ke layanan spesialistik.

Hingga kini progres fisik telah menyentuh angka 13 persen dengan melibatkan sekitar 180 tenaga kerja. Pekerjaan yang sudah dan sedang berlangsung mencakup pondasi bored pile, diaphragm wall, galian basement, ground anchor, pile cap, pelat lantai, kolom, serta balok.

Konstruksi dimulai pada 4 Desember 2025 dan ditargetkan rampung pada 4 Desember 2027. Lingkup pekerjaan WIKA meliputi persiapan, keselamatan konstruksi, struktur, arsitektur, interior, sistem mekanikal‑elektrikal‑perpipaan (MEP), pengembangan kawasan, serta ruang khusus seperti Modular Operating Theatre (MOT) dan laboratorium sel punca.

Karena lokasi berada di dalam area rumah sakit yang terus beroperasi, WIKA menerapkan manajemen konstruksi terintegrasi. Pendekatan ini bertujuan menjaga keselamatan pasien dan staf, memastikan kualitas pekerjaan, serta memastikan kelangsungan layanan medis tidak terganggu.

Pembangunan CMU selaras dengan Asta Cita keempat yang menekankan penguatan sumber daya manusia melalui peningkatan layanan kesehatan. Proyek ini juga mencerminkan peran strategis BUMN dalam mendukung program pemerintah memperluas jangkauan pelayanan kesehatan berkualitas di seluruh nusantara.

Dampak jangka menengah dirasakan oleh masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya yang akan memperoleh akses lebih mudah ke layanan spesialistik tanpa harus merujuk ke ibu kota. Jangka panjang, fasilitas ini diharapkan menjadi rujukan nasional untuk penelitian biomedis dan pengembangan tenaga medis berbasis evidence‑based.

Di sisi lain, proyek ini menambah portofolio infrastruktur kesehatan WIKA yang sebelumnya telah menangani pembangunan rumah sakit rujukan di berbagai provinsi. Pengalaman tersebut memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan terhadap kemampuan BUMN mengelola proyek kompleks berteknologi tinggi.

Ngatemin menambahkan bahwa tim proyek telah menyiapkan rencana mitigasi risiko lingkungan dan keselamatan kerja (K3) yang ketat. Pemantauan rutin terhadap getaran, kebisingan, serta polusi debu dilakukan agar aktivitas rumah sakit berlangsung normal.

Selama dua tahun ke depan, WIKA akan berfokus pada penyelesaian struktur beton bertulang, pemasangan sistem MEP, serta interior ruang operasi modular. Koordinasi intens dengan manajemen RSUP Sardjito dan Kementerian Kesehatan akan tetap dijaga untuk memastikan target penyerahan tepat waktu.

Jika proyek berjalan sesuai rencana, gedung CMU akan mulai beroperasi awal 2028 dan segera melayani pasien rujukan tingkat lanjut, sekaligus menjadi basis pelatihan dokter spesialis dan penelitian terbaru di bidang regenerasi jaringan.

Kesimpulannya, pembangunan Gedung CMU oleh WIKA bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan investasi strategis bagi sistem kesehatan nasional. Keberhasilannya akan menentukan seberapa cepat Indonesia bisa menutupi kesenjangan fasilitas medis spesialistik di daerah.

Mengapa Ini Penting

Proyek ini menandakan komitmen nyata BUMN dalam menutup kesenjangan fasilitas kesehatan tingkat lanjut di luar Pulau Jawa. Keberadaan CMU akan mengurangi beban rujukan ke Jakarta, mempercepat penanganan kasus kompleks, dan menciptakan ekosistem penelitian biomedis yang selama ini minim di kawasan tengah Indonesia. Selain itu, penerapan manajemen konstruksi terintegrasi di area rumah sakit aktif menjadi studi kasus berharga untuk proyek infrastruktur serupa di masa depan. Jangka panjang, fasilitas ini mendukung kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan memperluas jaringan rumah sakit rujukan yang memenuhi standar mutu internasional.

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
14 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit