Internasional

Messi Tak Kaget Argentina Comeback ke Final Piala Dunia

Ringkasan

  • Messi tak kaget Argentina comeback kalahkan Inggris 2-1 di semifinal Piala Dunia, Rabu di Atlanta.

Lionel Messi menyatakan tidak terkejut ketika Argentina sekali lagi bangkit dari keterpurukan untuk menyingkirkan Inggris di semifinal Piala Dunia, Rabu (16/7) waktu Atlanta. Kapten berusia 39 tahun itu mengkreasi dua assist penentu di menit-menit akhir yang membalikkan keadaan menjadi kemenangan 2-1 bagi juara dunia petahana.

Duel di Atlanta Stadium berjalan ketat dan penuh tekanan. Argentina tertinggal lebih dulu sebelum Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez menuntaskan perlawanan Inggris lewat gol di masa kritis. Hasil ini memastikan La Albiceleste melenggang ke partai puncak untuk kali kedua secara beruntun di turnamen akbar tersebut.

Rentetan comeback Argentina musim ini bukan kebetulan sesaat. Sebelum mengalahkan Inggris, mereka menang atas Swiss di perempat final melalui perpanjangan waktu. Pada babak 32 besar, Cape Verde juga mereka taklukkan di extra time. Sementara di 16 besar, Mesir sempat unggul 2-0 sebelum Argentina membalas 3-2 berkat gol stoppage time.

Pola kebangkitan itu membuktikan mentalitas skuad asuhan Messi. Mereka kerap menemukan cadangan energi ketika keadaan paling genting. Messi menilai hal itu lahir dari kekompakan dan keyakinan internal yang tidak dimiliki banyak tim.

Latar belakang rivalitas Argentina dan Inggris menambah bobot kemenangan tersebut. Dua negara berseteru soal Kepulauan Falkland atau Malvinas sejak perang 1982 yang dimenangkan Britania Raya. Usai laga, pemain Argentina merayakan kemenangan di belakang spanduk yang menegaskan klaim kepemilikan atas wilayah Selatan Atlantik itu.

Bagi pembaca di Indonesia, kisah ini relevan sebagai cermin karakter timnas saat menghadapi tekanan turnamen. Sepak bola nasional kerap kali kehilangan fokus di menit akhir, sebagaimana terlihat pada kekalahan tim muda di beberapa ajang Asia Tenggara. Resiliensi Argentina menunjukkan bahwa kedewasaan mental bisa dilatih, bukan sekadar bakat.

Dampaknya melampaui lapangan hijau. Brand olahraga dan sponsor global kembali menjadikan Messi sebagai aset pemasaran paling stabil. Di Indonesia, antusiasme suporter yang mencapai jutaan orang tiap laga Argentina menunjukkan potensi ekonomi siaran dan merchandise yang belum tergarap maksimal oleh industri lokal.

Messi menegaskan bahwa skuadnya tidak terkejut dengan apa yang dicapai. "Grup ini tidak membuat saya terkejut. Kami tahu kapasitas yang kami miliki," ujar Messi kepada wartawan usai pertandingan. Ia menambahkan bahwa keraguan publik muncul karena beberapa pemain berada di batas kemampuan fisik, namun persatuan memberi dorongan ekstra.

Ia memuji rekan setimnya yang saling menginspirasi dan mengeluarkan hal yang sebelumnya tidak mereka sadari ada. Messi juga menegaskan masih menikmati Piala Dunia keenamnya dan tidak memikirkan pensiun. "Mereka saling menginspirasi. Mereka menemukan sesuatu yang tidak mereka tahu ada, lalu memberikan segalanya," katanya.

Di final, Argentina akan menghadapi Spanyol, juara 2010, di New Jersey pada Minggu mendatang. Messi mengenal baik lawannya karena 17 tahun membela Barcelona. "Ini tim yang saya kenal baik. Mereka punya filosofi sepak bola yang konsisten selama bertahun-tahun," tutur Messi. Beberapa pemain Spanyol pun masih bermain di klub yang ia cintai.

Messi memprediksi laga berimbang karena kualitas kedua tim. Namun motivasi melawan Inggris memberi pelajaran bahwa Argentina tidak akan turun dengan beban gentar. Mereka tampil dengan determinasi tinggi karena makna historis dan rivalitas budaya yang mengakar.

Ke depan, performa ini akan menguji konsistensi Argentina di era transisi generasi. Messi tidak akan abadi, namun sistem kebangkitan yang dibangun dapat diwariskan. Bagi Indonesia, meniru budaya kerja dan ketangguhan mental lewat program pembinaan berjenjang menjadi langkah nyata, bukan sekadar euforia sesaat.

Proyeksi final melawan Spanyol diprediksi menyedot penonton global, termasuk jutaan penggemar di Indonesia. Tren siaran streaming dan diskusi digital akan kembali meningkat. Argentina membuktikan bahwa dalam olahraga, narasi kekalahan bisa dibalik oleh kebersamaan yang dipercaya oleh seluruh anggota tim.

Mengapa Ini Penting

Ketahanan mental Argentina memberi pelajaran berharga bagi pembinaan sepak bola Indonesia yang kerap rapuh di menit akhir. Euforia suporter lokal menunjukkan pasar industri olahraga yang belum dimanfaatkan optimal oleh brand domestik. Narasi rivalitas historis juga memperlihatkan bagaimana sepak bola menyatu dengan identitas nasional, hal yang belum kuat di tanah air. Keberhasilan Messi di usia 39 tahun mematahkan mitos bahwa pemain senior tidak produktif di level tertinggi.

Sumber Asli
Channel NewsAsia
Tanggal
16 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit