Kejuaraan golf British Open ke-154 resmi dimulai pada Kamis (16/7) di Royal Birkdale, Southport, Inggris, dengan Scottie Scheffler berupaya menjadi juara bertahan pertama sejak 2008. Turnamen bergengsi itu dibuka dengan cuaca cerah dan pukulan perdana dari Matthew Baldwin, anggota klub setempat.
Baldwin, yang juga tercatat sebagai member Royal Birkdale, melakoni pertandingan pertama bersama Thomas Detry dari Belgia dan James Nicholas dari Amerika Serikat. Sementara Scheffler, yang menduduki peringkat satu dunia, dijadwalkan tee-off pukul 09.58 waktu setempat bersama Bryson DeChambeau dan Tyrrell Hatton.
Scheffler datang ke Southport dengan bekal kemenangan tahun lalu di Royal Portrush dengan skor 17 under. Ia ingin menyamai pencapaian Padraig Harrington yang terakhir kali memenangi Open secara beruntun pada 2008, sekaligus mengulang sukses Harrington yang meraih gelar keduanya justru di Royal Birkdale.
Turnamen yang berakar sejak 1860 ini merupakan major tertua dalam kalender golf profesional. Royal Birkdale sendiri telah menjadi tuan rumah sebanyak 10 kali, termasuk saat Harrington mengangkat trofi pada 2008. Tradisi pukulan pembuka oleh anggota klub mencerminkan hubungan erat antara sejarah panjang kompetisi dengan institusi lokal.
Persaingan musim ini semakin ketat karena Rory McIlroy, peringkat dua dunia, memulai permainan pukul 15.15 bersama juara 2024 Xander Schauffele dan Matt Fitzpatrick. McIlroy mengejar gelar major ketujuh, meski satu-satunya kemenangan Open yang ia miliki terjadi 12 tahun lalu di Royal Liverpool.
Bagi pembaca di Indonesia, ajang ini menarik karena komunitas golf tanah air terus tumbuh meski belum melahirkan pemain level major. Lapangan seperti Royale Jakarta dan Pondok Indah kerap menjadi barometer perkembangan sport turisme domestik. Tayangan langsung Open kerap memicu minat baru bagi kelas menengah yang mulai menggemari olahraga presisi tersebut.
Dampak ekonomi dari turnamen sekelas Open juga relevan sebagai pelajaran. Inggris menarik puluhan ribu wisatawan ke Southport setiap edisi, sesuatu yang berpotensi ditiru destinasi seperti Bali atau Bintan jika infrastruktur golf dikelola serius. Industri hospitality lokal dapat terangkat bila event internasional serupa digelar di Indonesia.
Di sisi lain, prestasi Scheffler dan McIlroy menunjukkan betapa pentingnya konsistensi atlet di usia emas karier. Hal ini berbeda dengan ekosistem olahraga Indonesia yang masih berfokus pada pembinaan usia dini tanpa jaminan jenjang profesional yang jelas. Regulasi dan sponsor menjadi kunci agar atlet lokal bisa berkompetisi di panggung dunia.
Reuters mencatat bahwa Scheffler menyelesaikan Open tahun lalu dengan 17 under, performa yang membuatnya difavoritkan kembali tahun ini. Harrington menjadi rujukan terakhir bagi siapa pun yang ingin mempertahankan gelar, mengingat ia melakukannya dari 2007 ke 2008.
McIlroy, sebaliknya, membawa beban ekspektasi tinggi mengingat puasa gelar Open sejak 2014. Kehadirannya bersama Schauffele dan Fitzpatrick di grup kedua menjanjikan duEL terselubung antar generasi pegolf elite.
Ke depan, Open 2026 akan menjadi ujian apakah dominasi Scheffler berlanjut atau generasi baru mulai mengambil alih. Royal Birkdale diprediksi tetap menjadi venue klasik yang menguji ketahanan mental dan teknik karena angin pantai yang sulit ditebak.
Bagi penggemar Indonesia, tren siaran streaming membuat akses turnamen semakin mudah tanpa harus bergantung televisi kabel. Komunitas penggemar lokal diperkirakan bertambah seiring promosi brand golf global yang makin agresif di Asia Tenggara.